Pembalap Aprilia Jorge Martin berpeluang besar absen dalam tes pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang pada Februari mendatang menyusul proses pemulihan pascaoperasi lanjutan. Dilansir dari Investortrust, mantan juara dunia tersebut menjalani tindakan medis pada Desember lalu guna menangani komplikasi cedera serius yang dialaminya sepanjang musim 2025.
Kondisi fisik Martin dilaporkan belum pulih sepenuhnya setelah rentetan kecelakaan fatal, termasuk patah tulang radius, pergelangan tangan, hingga 11 tulang rusuk yang patah. Jika melewatkan agenda tiga hari di Malaysia, pembalap bernomor 89 ini hanya menyisakan satu kesempatan uji coba di Buriram, Thailand, sebelum musim 2026 resmi dimulai.
Laporan dari El Periodico dan Motorsport.com menyebutkan bahwa operasi pada Desember lalu difokuskan pada tulang scaphoid di tangan kiri serta perbaikan tulang selangka akibat insiden di Motegi. Situasi ini menempatkan Martin sebagai pembalap kedua yang diprediksi absen di Sepang setelah Fermin Aldeguer.
Persiapan fisik yang intensif diklaim tengah dilakukan oleh sang pembalap untuk memastikan kesiapannya sebelum seri pembuka di Thailand.
"Ada banyak pekerjaan yang saya lakukan sepanjang musim dingin ini agar lebih siap dan benar-benar bugar. Saya senang semuanya berjalan ke arah yang benar. Sekarang saya fokus mempersiapkan diri dan saya yakin pada balapan pertama di Thailand nanti saya akan 100 persen fit," kata Jorge Martin, Pembalap Aprilia.
Pernyataan optimis tersebut disampaikan Martin saat acara peluncuran tim Aprilia pekan lalu sebagaimana dikutip dari Crash. Meski demikian, manajemen tim memberikan penilaian yang lebih berhati-hati terkait progres kesehatan pembalap utamanya tersebut.
CEO Aprilia Massimo Rivola menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan pemulihan total Martin sebelum melangkah ke pembicaraan kontrak jangka panjang.
"Dengan Jorge, kami belum memulai pembicaraan. Saya ingin melihat dia benar-benar 100 persen pulih, dan saat ini dia masih jauh dari itu. Dia juara dunia dan tentu kami ingin melihatnya bersama kami di masa depan, tapi yang utama sekarang adalah memberinya waktu," ujar Massimo Rivola, CEO Aprilia.
Rivola memberikan indikasi bahwa kondisi Martin saat ini masih sangat jauh dari level kebugaran ideal untuk memacu motor di lintasan. Fokus tim saat ini sepenuhnya tertuju pada penyediaan waktu istirahat yang cukup bagi Martin sebelum jadwal tes dua hari di Buriram pada pertengahan Februari nanti.