Seorang pria asal Redditch, Inggris, melakukan aksi luar biasa pada perhelatan London Marathon 2026 yang baru saja berlangsung. Dilansir dari Detik Health, pelari bernama Jordan Adams tersebut menempuh rute marathon sambil memikul beban berat di punggungnya.
Pria berusia 30 tahun ini menggendong sebuah kulkas dengan bobot sekitar 25 kilogram sepanjang perlombaan. Di tengah ribuan peserta yang fokus mencapai garis finis, penampilan nyentrik Adams tersebut memiliki tujuan mulia sebagai bentuk dedikasi bagi keluarganya.
Aksi fisik yang berat ini dilakukan Adams untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya penyakit demensia. Ia memiliki latar belakang keluarga yang sangat terdampak oleh kondisi kesehatan saraf yang serius tersebut.
Penyakit demensia frontotemporal atau Frontotemporal Dementia (FTD) telah menjadi bayang-bayang kelam dalam keluarga Adams selama belasan tahun. Tercatat sebanyak 12 kerabatnya telah meninggal dunia akibat penyakit ini.
Ibunya, Geraldine, didiagnosis mengidap FTD pada tahun 2010 saat masih berusia 47 tahun dan mengembuskan napas terakhir enam tahun kemudian. Penyakit ini memicu penyusutan pada lobus frontal dan temporal otak yang dikenal sebagai atrofi.
Merujuk pada data Mayoclinic, FTD merupakan sekelompok gangguan otak yang memengaruhi kepribadian, perilaku, hingga kemampuan berbahasa. Penderita sering kali menunjukkan tindakan impulsif atau kehilangan empati terhadap perasaan orang lain di sekitarnya.
Risiko Genetik dan Perjuangan FTD Brothers
Dua tahun pasca kepergian sang ibu, Adams mendapatkan fakta medis yang mengejutkan melalui pemeriksaan genetik. Dikutip dari TalkSport, ia diketahui membawa mutasi gen MAPT yang sangat berisiko bagi masa depannya.
Status sebagai pembawa mutasi tersebut memberikan kemungkinan sebesar 99,9 persen bagi Adams untuk terdiagnosis mengidap FTD di masa mendatang. Kondisi serupa juga dihadapi oleh adik kandungnya, Cian, yang turut berpartisipasi dalam ajang marathon tersebut.
Saudara kandung yang dikenal dengan julukan 'FTD Brothers' ini diprediksi akan mulai menunjukkan gejala penyakit pada awal usia 40-an. Secara statistik medis, harapan hidup penderita biasanya berkisar 10 tahun setelah diagnosis resmi ditegakkan.
Persiapan Matang dan Dukungan Publik
Meskipun menanggung beban fisik dan mental yang besar, Adams mengaku merasakan energi positif yang luar biasa selama berlari melintasi jalanan kota London. Dukungan penonton di sepanjang rute memberikan kekuatan tambahan baginya untuk menyelesaikan misi tersebut.
"Jujur saja, rasanya seperti seluruh London bersamaku dan aku belum pernah mengalami hal seperti itu. Mungkin aku tidak akan pernah mengalaminya lagi seumur hidupku," kata Adams.Kesuksesan aksi ini tidak diraih secara instan, karena Adams dan Cian telah melakukan persiapan ketahanan fisik sejak tahun 2018. London Marathon 2026 ini tercatat sebagai ajang marathon kelima yang berhasil dituntaskan oleh Jordan Adams.