Joko Anwar Rilis Film Ghost in the Cell di 86 Negara

Joko Anwar Rilis Film Ghost in the Cell di 86 Negara
Foto: Ilustrasi Joko Anwar Rilis Film Ghost in the Cell di 86 Negara.

Sutradara Joko Anwar resmi memperkenalkan karya film terbarunya berjudul Ghost in the Cell sebagai bentuk kritik terhadap situasi sosial politik di Indonesia saat acara konferensi pers di Jakarta, Kamis, 16 April 2026. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop tanah air dan telah terjual ke puluhan negara mancanegara.

Pengerjaan naskah dan proses kreatif proyek ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2018 silam. Dilansir dari Detikcom, Joko Anwar awalnya memprediksi bahwa kondisi stabilitas negara akan menunjukkan perubahan positif pada saat film ini siap diluncurkan ke publik di periode tahun 2025 hingga 2026.

"Kita berharap dari 2018 ke 2025 itu Indonesia membaik, ternyata gak. Jadi kita mencoba untuk meng-encapsulate Indonesia dalam satu film ini," ujar Joko Anwar, Sutradara Ghost in the Cell.

Kegelisahan sutradara tersebut dituangkan melalui alur cerita yang menangkap berbagai fenomena di masyarakat, mulai dari isu korupsi dalam skala besar hingga persoalan polusi lingkungan. Joko melihat ada sebuah ketenangan yang tidak lazim di tengah kondisi carut-marut tersebut yang kemudian ia tuangkan dalam skenario.

"Indonesia tuh saking absurd banget, kita nggak tahu gimana lagi. Jadi aku mencoba membuat skenario ini juga bisa me-capture itu," kata Joko Anwar.

Dalam narasi film ini, lembaga pemasyarakatan dipilih menjadi simbol atau metafora bagi sebuah negara yang sedang sakit. Para narapidana di dalamnya diposisikan sebagai representasi warga negara yang terjebak dalam sistem tanpa memiliki hak istimewa untuk melarikan diri dari realitas tersebut.

Meskipun mengusung tema yang kelam, Joko Anwar menyatakan masih menyisipkan harapan sebesar sepuluh persen bagi individu yang tetap memilih untuk berjuang demi perbaikan bangsa. Ia juga memberikan interpretasi baru mengenai sosok hantu yang tidak lagi merujuk pada entitas mistis tradisional.

"Hantu adalah kita dalam kondisi terburuk kita. Ketika kita sangat negatif, hopeless, dan korup, itulah hantu kita," pungkas Joko Anwar.

Sebelum resmi mengudara di Indonesia, hak siar Ghost in the Cell sudah dibeli oleh distributor di 86 negara untuk penayangan di layar lebar. Film ini diperkuat oleh jajaran aktor ternama seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Lukman Sardi, Rio Dewanto, Tora Sudiro, hingga aktris senior Arswendy Bening Swara.

Artikel terkait

Rekomendasi