Menjelang turnamen Indonesia Open 2026, pebulutangkis ganda putra Muhammad Shohibul Fikri menyatakan komitmennya untuk bangkit. Ia bertekad mematahkan tren negatif yang kerap menghantui langkahnya di partai puncak turnamen BWF Tour.
Sebelum gelaran bergengsi di tanah air ini dimulai, Fikri yang berpasangan dengan Fajar Alfian sebenarnya baru saja tampil impresif di Singapore Open 2026. Sayangnya, mereka harus puas menjadi runner-up setelah mengakui keunggulan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.
Rekor Kekalahan Beruntun di Final
Kekalahan di Singapura tersebut menambah panjang catatan buruk Fikri saat berlaga di babak final. Setelah sempat mencicipi gelar juara pada China Open 2025, duet Fajar/Fikri tercatat sudah menelan kekalahan di lima laga final secara berturut-turut.
Kondisi sulit di partai final ini seolah menjadi pengulangan sejarah bagi Fikri. Sebelum dipasangkan dengan Fajar, ia juga mengalami situasi serupa saat masih berduet dengan Bagas Maulana.
Catatan perjalanan karier Fikri di partai final BWF Tour:
- Bersama Bagas Maulana: Setelah mengejutkan dunia dengan menjuarai All England, pasangan ini justru kalah dalam tujuh final BWF Tour berikutnya.
- Bersama Fajar Alfian: Mengalami lima kali kegagalan beruntun di partai puncak setelah kemenangan terakhir mereka di China Open 2025.
Data tersebut menunjukkan tantangan mental dan teknis yang konsisten dihadapi Fikri saat berada di ambang juara. Meskipun mampu mencapai tahap akhir, hasil terbaik masih sering terlepas dari genggamannya.
Tekad Kuat di Indonesia Open 2026
Fikri menyadari sepenuhnya tantangan yang ia hadapi dan menegaskan bahwa dirinya selalu memberikan kemampuan terbaik di lapangan. Ia tidak menampik rasa kecewa, namun memilih untuk tetap optimis menghadapi turnamen selanjutnya.
Bagi pemain berusia 26 tahun tersebut, keberhasilan menembus babak final adalah pencapaian yang patut disyukuri daripada tersingkir di babak awal. Indonesia Open 2026 kini menjadi momentum besar baginya untuk mencoba kembali meraih podium tertinggi.
"Saya menyadari beberapa kali gagal di final meskipun sudah berjuang semaksimal mungkin. Mungkin rezekinya memang belum sampai ke juara," ujar Fikri dengan rendah hati.
Ia menegaskan tidak akan menyerah dalam melewati fase sulit ini dan terus berupaya memperbaiki catatan prestasinya. Fikri berharap kerja keras dan doanya segera membuahkan gelar juara yang sudah lama dinantikan.
Berikut adalah ringkasan performa Fikri dalam beberapa tahun terakhir:
| Pasangan | Prestasi Tertinggi | Catatan Final Terakhir |
|---|---|---|
| Bagas Maulana | Juara All England | 7 kali kalah beruntun di final |
| Fajar Alfian | Juara China Open 2025 | 5 kali kalah beruntun di final |
Tabel di atas memperlihatkan bagaimana Fikri memiliki konsistensi tinggi untuk mencapai final, namun masih membutuhkan dorongan ekstra untuk mengunci kemenangan. Indonesia Open 2026 menjadi panggung pembuktian bagi Fajar/Fikri untuk memutus rantai hasil runner-up tersebut.