Bek Sassuolo, Jay Idzes, dinobatkan sebagai pemain terbaik setelah membantu timnya menahan imbang Fiorentina tanpa gol di Stadion Artemio Franchi pada Minggu (26/4/2026). Performa kapten Timnas Indonesia tersebut menjadi kunci keberhasilan tim tamu mencuri poin dalam laga tandang yang sulit.
Sebagaimana dilansir dari Suara, raihan penghargaan Panini Player of the Match tersebut didukung oleh statistik solid Idzes di lini pertahanan. Pemain berusia 25 tahun itu tercatat melakukan sembilan aksi bertahan, tujuh sapuan krusial, serta memenangkan seluruh duel udara yang dihadapinya.
Kiper Sassuolo, Stefano Turati, memberikan apresiasi tinggi terhadap koordinasi pertahanan yang digalang oleh Idzes. Turati menilai keberadaan Idzes memberikan rasa aman bagi gawang Neroverdi meski terus digempur oleh barisan penyerang tuan rumah sepanjang 90 menit.
"Saya tidak tahu penyelamatan mana yang paling sulit, yang penting adalah tetap teguh. Skor 0-0 setelah 90 menit menunjukkan bahwa tim ini ada di sana," ungkap Turati.
Kiper berusia 24 tahun tersebut juga menegaskan bahwa kemampuan Idzes dalam membaca permainan sangat membantu tugasnya di bawah mistar gawang. Turati merasa bangga bisa bekerja sama dengan sang bek yang dinilainya tampil sangat luar biasa dalam menjaga kebersihan gawang mereka.
"Saya senang bermain dengan Idzes di lini depan; dia kuat dan bek yang luar biasa. Dia menunjukkan nilai sebenarnya dengan menjaga gawangnya tetap bersih," jelas Turati.
Keberhasilan mencatatkan hasil imbang ini menjadi modal penting bagi pelatih Fabio Grosso untuk menentukan komposisi pemain di pertandingan mendatang. Sassuolo dijadwalkan akan menjamu AC Milan setelah menunjukkan progres pertahanan yang signifikan melalui duet Turati dan Jay Idzes.