Jasa Marga Terapkan Konsep Infrastruktur Hijau di Tol Solo-Yogyakarta

Jasa Marga Terapkan Konsep Infrastruktur Hijau di Tol Solo-Yogyakarta
Foto: Ilustrasi Jasa Marga Terapkan Konsep Infrastruktur Hijau di Tol Solo-Yogyakarta.

PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) menerapkan konsep ramah lingkungan pada pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo melalui penyediaan fasilitas pengisian kendaraan listrik dan pengendalian emisi. Inisiatif infrastruktur hijau ini mencakup pengembangan koridor ekologis di sepanjang jalur bebas hambatan tersebut.

Integrasi aspek lingkungan ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan Jasa Marga Group, sebagaimana dilansir dari Kompas. Langkah konkret yang diambil meliputi pengadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di area istirahat serta penanaman pohon untuk menciptakan koridor hijau.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, memberikan penegasan bahwa setiap proyek jalan tol di bawah naungan perusahaan wajib mengadopsi prinsip keberlanjutan.

"Kami mendorong seluruh entitas di Jasa Marga Group untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dalam setiap proyek. Sebagai pelopor green toll road di Indonesia, sudah menjadi komitmen kami untuk memastikan setiap pengembangan jalan tol mengintegrasikan prinsip keberlanjutan," kata Rivan, dikutip Senin (27/04/2026).

Rivan juga menyampaikan rencana pembangunan akses Exit Gerbang Tol (GT) Purwomartani sepanjang 1,95 kilometer menuju wilayah Bokoharjo guna mendukung mobilitas wisatawan.

"Kunjungan ini sebagai tindak lanjut hasil rapat pembahasan permohonan percepatan pembangunan akses Bokoharjo Jalan Tol Jogja-Solo yang ditargetkan dapat mendukung kesiapan operasional Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 serta Lebaran 2027," ujar Rivan.

Direktur Utama PT JMJ, Rudy Hardiansyah, menambahkan bahwa pembangunan tol ini tidak sekadar mengejar konektivitas wilayah, tetapi juga nilai ekologis kawasan.

"Kami ingin menghadirkan koridor tol yang andal secara operasional sekaligus memberi nilai ekologis bagi kawasan sekitar," kata Rudy.

Sebagai realisasi koridor hijau, sebanyak 60 pohon lintas jenis seperti trembesi dan asem jawa ditanam di Simpang Susun Purwomartani, Sleman, pada Sabtu (25/04/2026). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turut hadir dalam aksi tersebut.

"Pembangunan infrastruktur fisik harus selalu dibarengi dengan kesadaran serta aksi nyata untuk turut melestarikan lingkungan hidup," ujar AHY.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang turut hadir dalam kegiatan penanaman tersebut, menekankan pentingnya sinergi antara modernitas dan alam.

"Infrastruktur modern harus tumbuh berdampingan dengan lingkungan yang terjaga. Inisiatif koridor hijau ini diharapkan menjadi contoh," kata Sri Sultan.

Data PT Jasa Marga (Persero) Tbk per 15 April 2026 menunjukkan kemajuan konstruksi pada ruas Tol Prambanan-Purwomartani telah menyentuh angka 94,8 persen. Ruas ini menjadi prototipe pengembangan jalan tol ramah lingkungan yang diproyeksikan mengurangi polusi dan emisi karbon di daerah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi