Edoardo Mortara mengungkapkan perasaan yang campur aduk setelah menyelesaikan balapan Jakarta E-Prix 2025 di Sirkuit Internasional E-Prix Jakarta (JIEC), Ancol. Meski berhasil mengamankan posisi kedua, pembalap dari tim Mahindra Racing ini mengaku tidak sepenuhnya merasa bahagia.
Kekecewaan Mortara muncul karena ia merasa timnya telah melewatkan kesempatan emas untuk mendominasi podium di Jakarta. Ia sangat menyayangkan kegagalan rekan setimnya yang gagal mencapai garis finis pada akhir pekan tersebut.
Ambisi Podium Ganda Mahindra Racing yang Kandas
Balapan seri ke-12 Formula E musim 2024-2025 yang berlangsung pada Sabtu sore, 21 Juni 2025, sebenarnya memberikan peluang besar bagi Mahindra Racing. Edoardo Mortara yakin bahwa performa mobil mereka saat itu mampu membawa dua pembalap sekaligus naik ke atas podium.
Namun, harapan tersebut sirna setelah Nyck de Vries mengalami nasib kurang beruntung di lintasan balap. De Vries, pembalap asal Belanda yang sempat memimpin jalannya perlombaan, terpaksa berhenti sebelum balapan usai.
Daftar tiga besar pemenang balapan Jakarta E-Prix 2025 adalah sebagai berikut:
- Dan Ticktum: Menjadi yang tercepat dan berhasil mengklaim posisi pertama sebagai pemenang utama di Jakarta.
- Edoardo Mortara: Menyelesaikan balapan dengan performa impresif untuk menempati posisi kedua bagi Mahindra Racing.
- Nico Muller: Melengkapi barisan tiga besar dengan finis di posisi ketiga setelah persaingan yang cukup sengit.
Hasil akhir ini memastikan Dan Ticktum sebagai juara utama, sementara Mortara harus puas berdiri di podium tanpa didampingi oleh rekan satu timnya.
Penyesalan Mortara Terkait Insiden Nyck de Vries
Dalam sesi konferensi pers resmi setelah balapan, Mortara secara terbuka membagikan rasa frustrasinya kepada awak media. Ia menekankan bahwa prioritasnya bukan hanya kesuksesan pribadi, melainkan pencapaian tim secara keseluruhan.
Pembalap veteran berusia 38 tahun ini merasa kasihan kepada seluruh anggota tim teknis yang telah bekerja keras. Ia menyatakan kekecewaannya karena Mahindra Racing seharusnya bisa menempatkan dua mobil di jajaran pemenang jika de Vries tidak mengalami kendala.
Ringkasan hasil balapan Jakarta E-Prix 2025 untuk tim Mahindra Racing:
| Aspek Balapan | Edoardo Mortara | Nyck de Vries |
|---|---|---|
| Posisi Akhir | Peringkat Kedua (Podium) | Gagal Finis (DNF) |
| Status Lomba | Menyelesaikan Seluruh Lap | Sempat Memimpin Lomba |
| Poin yang Diraih | Mendapatkan Poin Signifikan | Tidak Membawa Pulang Poin |
Data di atas memperlihatkan kontras yang cukup besar antara hasil yang diraih oleh kedua pembalap Mahindra Racing di sirkuit JIEC. Meskipun Mortara memberikan hasil positif, kegagalan de Vries memberikan dampak emosional yang mendalam bagi skuad tersebut.
Balapan yang Berjalan Penuh Drama
Mortara tidak menampik bahwa persaingan di aspal Jakarta berlangsung sangat dramatis dan penuh kejutan sejak putaran pertama dimulai. Banyak strategi yang berubah secara mendadak akibat situasi di lintasan yang sulit diprediksi.
Walaupun diliputi rasa kecewa karena rekan setimnya gagal finis, ia tetap berusaha menghargai hasil kerja kerasnya sendiri. Ia menyatakan tetap merasa puas secara teknis dengan raihan podium kedua di ajang bergengsi kelas dunia ini.
Keberhasilan meraih podium kedua ini menjadi modal penting bagi Mortara untuk menghadapi seri-seri balapan Formula E berikutnya. Ia berharap timnya dapat memetik pelajaran berharga agar kedua pembalap mereka bisa tampil maksimal secara konsisten di masa mendatang.
Jakarta E-Prix 2025 sendiri terbukti menjadi salah satu seri paling menarik musim ini dengan banyaknya aksi salip-menyalip antar pembalap papan atas. Kekecewaan Mortara menjadi bukti ambisi tinggi tim Mahindra Racing untuk menjadi yang terbaik di kancah balap mobil listrik internasional.