JAGADIRI Ubah Strategi Bisnis Melalui Kemitraan Modular

JAGADIRI Ubah Strategi Bisnis Melalui Kemitraan Modular
Foto: Ilustrasi JAGADIRI Ubah Strategi Bisnis Melalui Kemitraan Modular.

PT Central Asia Financial (Asuransi JAGADIRI) menerapkan transformasi bisnis melalui model kemitraan dengan perusahaan (B2B) dan ekosistem mitra (B2B2C) menggunakan arsitektur modular. Langkah strategis ini dilakukan untuk menghadirkan produk perlindungan yang lebih spesifik, terjangkau, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Perubahan arah bisnis tersebut dipaparkan oleh Direktur Operasional dan Layanan JAGADIRI, Hilda Limyanton, dalam diskusi Asian Banking & Finance and Insurance Asia Summit 2026 di Jakarta pada Rabu (13/5/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Perusahaan kini berfokus mempermudah akses konsumen dibandingkan mempertahankan rancangan produk yang kompleks.

Penyusunan produk dengan pendekatan baru ini ditujukan untuk menjaga fleksibilitas tanpa menurunkan standar kualitas operasional perusahaan. Skema backend yang terstandardisasi menjadi tumpuan utama dalam menyajikan personalisasi produk di sisi nasabah.

"Ini bukan soal memilih antara kualitas dan kuantitas, namun evolusi atas cara kami membuat produk asuransi. Standardisasi di era baru ini dilakukan di backend pada engine underwriting, library policy wording, infrastruktur klaim, dan struktur treaty reinsurance, sehingga yang dilihat nasabah di depan akan semakin personal dan relevan," ujar Hilda Limyanton, Direktur Operasional dan Layanan JAGADIRI.

Dalam menghadapi tantangan loyalitas nasabah, Hilda menekankan tiga pergeseran fundamental yang mencakup pemantauan klaim real-time lewat menu Selfcare di situs web, penyederhanaan bahasa polis, serta penyediaan teknologi layanan yang humanis. Di samping itu, perluasan jangkauan pasar dilakukan dengan menggandeng platform digital, broker, dan agregator berlisensi guna menekan biaya operasional.

Aktivitas kemitraan ini didukung oleh regulasi OJK melalui POJK 8/2024 yang memangkas mekanisme peluncuran produk tertentu menjadi hanya jalur pelaporan lima hari kerja setelah dipasarkan. Kendati integrasi sistem diserahkan kepada mitra teknis, JAGADIRI tetap memegang kendali penuh atas penilaian risiko, penetapan harga, dan hubungan nasabah.

"Kami tidak perlu membangun semuanya sendiri. Dengan bermitra bersama platform digital dan broker yang sudah punya infrastruktur lengkap, kami bisa lebih fokus pada hal yang paling penting: memahami kebutuhan nasabah dan memberikan perlindungan yang tepat," tutup Hilda Limyanton, Direktur Operasional dan Layanan JAGADIRI.

Artikel terkait

Rekomendasi