Timnas Voli Putri Indonesia akan menghadapi tantangan berat sejak dimulainya kompetisi AVC Cup 2026. Perjuangan skuad Garuda diprediksi tidak akan berjalan mulus mengingat lawan-lawan tangguh yang sudah menunggu di fase grup.
Laga pembuka dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) di Candon City Arena, Ilicos Sur, Filipina. Dalam pertandingan perdana tersebut, Indonesia harus langsung berhadapan dengan Iran yang dikenal sebagai kekuatan dominan di wilayah Asia Tengah.
Iran Menjadi Ujian Pertama Skuad Garuda
Timnas Iran saat ini bertransformasi menjadi kekuatan yang sangat solid di bawah tangan dingin pelatih asal Korea Selatan, Lee Do-hee. Performa mereka terbukti konsisten dengan raihan prestasi gemilang dalam dua tahun terakhir.
Berikut adalah beberapa pencapaian mengesankan timnas Iran sebelum berlaga di AVC Cup 2026:
- Menjadi juara bertahan CAVA Cup secara berturut-turut pada edisi tahun 2025 dan 2026.
- Mengalahkan Kazakhstan di partai final CAVA Cup 2026 yang digelar di Kathmandu, Nepal, pada akhir Mei lalu.
- Memiliki komposisi pemain yang lebih matang berkat kepemimpinan pelatih internasional.
Prestasi Iran yang terus menanjak ini tentu menjadi sinyal bahaya bagi timnas Indonesia. Kemenangan di laga pertama sangat krusial untuk membangun kepercayaan diri tim sebelum menghadapi sisa pertandingan grup.
Rekor Pertemuan Terakhir Indonesia vs Iran
Melihat catatan sejarah, kedua tim sebenarnya memiliki kekuatan yang relatif seimbang dan pernah saling mengalahkan. Pada ajang AVC Nations Cup 2025 yang lalu, persaingan sengit terjadi dalam dua pertemuan mereka.
| Fase Turnamen | Hasil Pertandingan | Skor Akhir |
|---|---|---|
| Penyisihan Grup | Iran Menang | 3-2 |
| Perebutan Peringkat 5 | Indonesia Menang | 3-1 |
Kemenangan terakhir Indonesia di perebutan peringkat kelima terasa sangat istimewa. Hal tersebut dikarenakan skuad Garuda tetap mampu unggul meski tampil tanpa kehadiran sang pemain andalan, Megawati Hangestri Pertiwi.
Tantangan Berat dari Kazakhstan dan Vietnam
Setelah melewati hadangan Iran, ujian bagi anak asuh Marcos Sugiyama dipastikan berlanjut ke lawan berikutnya. Indonesia dijadwalkan menantang Kazakhstan yang menyandang status sebagai runner-up CAVA Cup 2026.
Rekor pertemuan melawan Kazakhstan pada tahun lalu menyisakan catatan merah bagi Indonesia. Kala itu, skuad Merah Putih terpaksa menyerah kalah dengan skor telak tiga set langsung.
Selain Iran dan Kazakhstan, Indonesia juga berada satu grup dengan sang juara bertahan, Vietnam. Reputasi Vietnam sangat mentereng karena memegang rekor tidak terkalahkan dalam tiga edisi turnamen secara beruntun.
Kemenangan pada dua partai pembuka menjadi syarat mutlak jika Indonesia ingin menjaga peluang lolos ke babak semifinal. Tekanan di fase grup ini terbilang cukup tinggi mengingat hanya tim terbaik yang berhak melaju ke fase selanjutnya.
Setelah melewati rentetan laga krusial melawan tim-tim kuat, jadwal Indonesia diprediksi akan sedikit melonggar. Skuad Garuda akan menutup perjuangan di fase grup dengan menghadapi dua tim non-unggulan, yakni Hong Kong dan Lebanon.