Aktris Korea Selatan IU menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat pada Senin (18/5/2026) terkait kontroversi alur cerita drama Korea Perfect Crown yang dituduh memasukkan unsur pro-Tiongkok. Dilansir dari Wolipop, pemeran utama tersebut dinilai gagal menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam menyaring naskah yang mendistorsi sejarah tradisional Korea.
Gelombang kritik muncul setelah penayangan adegan karakter IU yang menolak memakai hanbok dan memilih busana serta hiasan rambut khas Tiongkok di istana. Selain itu, visualisasi metode upacara minum teh ala Tiongkok dan penggunaan mahkota sembilan manik oleh lawan mainnya, Byeon Woo Seok, memicu kemarahan netizen setempat.
"Sebagai pemain utama drama ini, aku merasa gagal menunjukkan sikap bertanggung jawab dan akhirnya menyebabkan kekecewaan besar, aku sangat menyesal. Bahkan hingga sekarang, hatiku terasa sangat berat." kata IU melalui unggahan di akun Instagram miliknya.
Penjelasan tertulis tersebut diunggah setelah publik menyoroti ketidaksesuaian imajinasi sejarah yang diangkat dengan realitas budaya tradisional yang seharusnya dijaga oleh tim produksi.
"Karena ini adalah drama yang menekankan pentingnya penyampaian imajinasi yang berakar pada sejarah kita dan keindahan tradisional Korea, seharusnya aku membaca naskahnya lebih saksama dan belajar lebih banyak sebagai aktris, tapi aku tidak melakukannya dan aku malu akan hal itu. Aku tak memiliki pemahaman soal isu-isu itu sebelumnya. Aku minta maaf," tulis IU menambahkan dalam pernyataan resminya.
Di tengah polemik distorsi budaya tersebut, rumor mengenai besaran honor sang aktris yang mencapai 500 juta won atau sekitar Rp 5,8 miliar per episode beredar viral di forum komunitas. Jumlah pendapatan senilai total 6 miliar won untuk 12 episode itu memicu perdebatan mengenai kelayakan nilai kontrak dengan kualitas akting yang disajikan.
"Jika ini benar, rasanya tidak ada masa depan bagi Korea Selatan. 6 miliar won untuk IU dan aktingnya yang buruk?" ujar anonim dalam sebuah forum komunitas Korea yang viral.
Komentar miring dari publik terus mengalir secara daring seiring dengan ketidakpuasan mereka terhadap keputusan pemilihan peran utama dalam proyek drama tersebut.
"Apakah ini benar-benar hanya kebetulan, IU yang bisa berbicara bahasa Mandarin seperti penutur asli akhirnya dipilih menjadi pemain utama drama tersebut?" timpal seorang netizen.
Kritik dari masyarakat tidak hanya menyasar kemampuan personal sang aktris, melainkan juga mengarah pada besarnya intervensi elemen luar dalam industri penyiaran domestik.
"Jujur saja, yang mengejutkan dari kontroversiPerfectCrownadalah seberapa besar pengaruh Tiongkok sehingga upacara minum teh ala Tiongkok yang belum pernah dilihat atau didengar orang Korea seumur hidup bisa ditampilkan begitu saja dalam drama tentang Korea? Hal-hal lain mungkin bisa dianggap sebagai kesalahan, tetapi hal seperti itu sama sekali tidak bisa dimasukkan tanpa sengaja," komentar netizen lainnya.
Gelombang protes atas representasi budaya ini juga memicu netizen untuk mengungkit kembali beberapa kontroversi masa lalu sang artis, termasuk skandal foto lama bersama personel Super Junior hingga kritik atas lirik lagu lamanya yang berjudul Zeze.