Utusan AS Dorong Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Utusan AS Dorong Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi Utusan AS Dorong Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026.

Utusan khusus Presiden Amerika Serikat Paolo Zampolli mendorong FIFA agar tim nasional Italia menggantikan posisi Iran pada putaran final Piala Dunia 2026 mendatang. Usulan kontroversial tersebut mencuat pada Selasa (28/4/2026) dipicu oleh ketegangan geopolitik dan potensi kendala birokrasi visa bagi delegasi Iran, sebagaimana dilansir dari Bola.

Italia dipandang sebagai kandidat paling layak mengisi kekosongan tersebut karena menyandang status sebagai tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos kualifikasi. Zampolli menilai kehadiran negara dengan sejarah sepak bola besar sangat krusial bagi kesuksesan turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Paolo Zampolli, yang menjabat sebagai utusan khusus untuk kemitraan global, secara mandiri berencana menemui petinggi sepak bola dunia untuk membahas pergantian tim. Ia berambisi membawa Azzurri kembali ke panggung dunia melalui jalur lobi diplomatik di Miami.

"Saya rasa peluang Italia untuk berpartisipasi di Piala Dunia lebih dari 50 persen," kata Zampolli kepada RAI GR Parlamento dikutip dari Football Italia, Selasa (28/4/2026).

Rencana pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini di sela-sela agenda olahraga lain di Amerika Serikat. Zampolli menekankan bahwa keputusan akhir berada di tangan otoritas tertinggi sepak bola dan kepemimpinan negara tuan rumah.

"I saya akan bertemu Gianni Infantino di Miami untuk GP Formula 1 akhir pekan ini. Seharusnya tidak ada Piala Dunia tanpa Italia, keputusannya ada di tangan Infantino dan Trump," kata Zampolli, Utusan Khusus Presiden AS.

Masalah keamanan nasional dan prosedur ketat masuk ke wilayah Amerika Serikat menjadi argumen utama yang diajukan oleh Zampolli. Ia menyoroti ketidakpastian konfirmasi partisipasi Iran di tengah situasi konflik yang masih berlangsung di wilayah Timur Tengah.

"Saya melihat bahwa Iran masih belum dikonfirmasi karena perang, jadi saya bertanya kepada Infantino tentang kemungkinan Italia dipanggil kembali," imbuh Zampolli, Utusan Khusus Presiden AS.

Pihak pengusul juga menggarisbawahi kekhawatiran mengenai pemeriksaan latar belakang individu yang masuk ke Amerika Serikat. Menurutnya, proses pemberian visa saat ini sangat selektif untuk memastikan keamanan nasional tetap terjaga selama turnamen berlangsung.

"Selain itu, saat ini sangat sulit mendapatkan visa, dan kami tidak ingin orang-orang yang berpotensi melakukan hal-hal buruk masuk ke negara ini. Jika Anda mengirim orang-orang yang tidak diterima di Amerika Serikat, lebih baik mereka tidak datang," lanjut Zampolli, Utusan Khusus Presiden AS.

Meskipun mengklaim adanya peluang besar, Zampolli mengakui bahwa dirinya bergerak atas inisiatif pribadi dan belum mengoordinasikan langkah spesifik ini dengan kepala negara. Ia merujuk pada sikap tegas pejabat pemerintah AS lainnya terkait kriteria warga asing yang diizinkan masuk.

"Saya belum berbicara dengan Trump, tetapi dia belum memutuskan apa pun," tegas Zampolli, Utusan Khusus Presiden AS.

Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa meski pemain dari negara terkait tetap diterima secara umum, terdapat batasan ideologis yang menjadi pertimbangan menteri terkait. Ia membuka kemungkinan adanya perubahan peserta jika kondisi tertentu tidak terpenuhi.

"Pemain Iran dipersilakan, tetapi Menteri Marco Rubio menegaskan bahwa kita tidak dapat mengizinkan masuknya orang-orang yang tidak mencintai Amerika Serikat. Jika Iran tidak berpartisipasi, saya tidak tahu apakah kita siap untuk melibatkan pihak lain, tetapi apa pun bisa terjadi," tambah Zampolli, Utusan Khusus Presiden AS.

Sebagai warga asli Italia, Zampolli mengungkapkan bahwa melihat negaranya bertanding di Amerika Serikat merupakan impian pribadi. Ia menganggap sejarah empat gelar juara dunia yang dimiliki Italia menjadi justifikasi kuat untuk memberikan tiket khusus tersebut.

"Saya menegaskan bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia. Saya warga asli Italia dan akan menjadi mimpi untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan di AS. Dengan empat gelar, mereka memiliki rekam jejak yang cukup untuk membenarkan keikutsertaan mereka," ungkap Zampolli, Utusan Khusus Presiden AS.

Namun, usulan ini ditentang oleh Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi yang menegaskan bahwa kelayakan tim harus dibuktikan melalui pertandingan resmi. Sementara itu, pihak Kedutaan Besar Iran mengecam ide tersebut dan FIFA masih menyatakan bahwa Iran tetap terjadwal hadir di turnamen.

Artikel terkait

Rekomendasi