Istri Pertama di Thailand Pimpin Prosesi Lamaran Suami untuk Madu Baru

Istri Pertama di Thailand Pimpin Prosesi Lamaran Suami untuk Madu Baru
Foto: Ilustrasi Istri Pertama di Thailand Pimpin Prosesi Lamaran Suami untuk Madu Baru.

Sebuah kisah pernikahan tidak biasa mendadak menjadi pusat perhatian di jagat maya. Seperti dilansir dari Wolipop, seorang wanita viral setelah memimpin langsung prosesi pertunangan suaminya dengan perempuan lain yang dipersiapkan menjadi istri kedua.

Peristiwa unik tersebut berlangsung di Desa Ban Nong Phai, Provinsi Chaiyaphum, Thailand, berdasarkan laporan Bangkok Post. Acara lamaran dikemas secara meriah dengan iring-iringan kendaraan roda empat dan sepeda motor layaknya pesta pernikahan tradisional.

Sosok istri pertama, Yupin Thadthai, bertindak sebagai pemimpin seluruh rangkaian prosesi. Dirinya bahkan membawa mahar seserahan senilai 300.000 baht atau setara Rp 164 juta, ditambah perhiasan emas senilai Rp 191 jutaan demi menyambut calon madunya.

Wanita muda yang dipinang untuk menjadi istri kedua dari Wisanu Prangchaiyaphum tersebut bernama Onuma Janpeng. Sebelum keputusan ini diambil, Yupin dan Wisanu diketahui telah membangun rumah tangga selama lebih dari 20 tahun dan dikaruniai seorang anak, sambil mengelola bisnis alat audio serta tempat hiburan.

Ketika menjelaskan latar belakang keputusannya, Yupin mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal Onuma lebih dari satu dekade. Ia merasa mereka memiliki kemiripan dalam hal ikatan emosional masa lalu.

"Saya dan Onuma sama-sama tumbuh tanpa banyak dukungan emosional," ujarnya.

Langkah menggelar upacara terbuka ini sengaja ditempuh Yupin demi menangkal desas-desus negatif di lingkungan sekitar. Hal tersebut sekaligus menjadi bentuk pengakuan resmi bagi posisi Onuma di tengah komunitas masyarakat mereka.

Mengenai kelanjutan masa depan rumah tangga tersebut, Wisanu menyatakan bahwa mereka bertiga berkomitmen untuk tinggal bersama dalam jangka panjang, termasuk dalam pembagian kasih sayang maupun kepemilikan aset secara adil.

"Kami membangun kehidupan ini bersama. Rahasianya sederhana: memberikan cinta dan keadilan kepada keduanya," katanya.

Secara hukum, Pemerintah Thailand sebenarnya telah melarang praktik poligami sejak tahun 1935 dan hanya mengakui pernikahan monogami. Walakin, fenomena memiliki pasangan lebih dari satu orang masih kerap dijumpai pada beberapa kelompok masyarakat.

Dokumentasi Yupin saat mengomandoi prosesi lamaran itu beredar luas di media sosial Thailand dan memicu perdebatan. Sebagian warganet merasa terkejut dan mempertanyakan keputusan tersebut, sementara sebagian lainnya justru mengapresiasi keterbukaan sikap keluarga ini.

Artikel terkait

Rekomendasi