Federasi Sepak Bola Iran memastikan keikutsertaan tim nasional mereka dalam putaran final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Keputusan ini diikuti dengan tuntutan jaminan keamanan dari FIFA terhadap simbol-simbol negara serta institusi militer Iran selama turnamen berlangsung.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menegaskan bahwa status tuan rumah turnamen sepenuhnya berada di bawah otoritas FIFA, bukan entitas politik negara penyelenggara tertentu. Pernyataan ini muncul sebagai respon atas dinamika hubungan diplomatik di kawasan Amerika Utara sebagaimana dilansir dari Suara.
"Iran akan tetap pergi ke Piala Dunia karena kami lolos kualifikasi, dan tuan rumah kami adalah FIFA, bukan Trump atau Amerika," ujar Taj dilansir dari Tasnim News.
Penegasan mengenai keberangkatan skuat Iran ini juga berkaitan dengan insiden pembatalan visa delegasi Iran oleh pemerintah Kanada saat hendak menghadiri Kongres FIFA di Vancouver. Mehdi Taj meminta otoritas sepak bola dunia menghormati identitas nasional Iran, termasuk Garda Revolusi Iran (IRGC).
"Kami butuh jaminan bahwa tidak ada pihak yang berhak menghina simbol negara kami, terutama IRGC," tegas Taj.
Menurut laporan Suara, pembatalan izin masuk Taj sebelumnya disebabkan oleh kebijakan imigrasi Kanada yang mengklasifikasikan IRGC sebagai organisasi terlarang. Tanpa adanya jaminan perlindungan dari FIFA, Taj mengkhawatirkan hambatan serupa atau tekanan politik akan kembali dialami oleh delegasi Iran selama kompetisi berlangsung.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan bergulir mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Timnas Iran yang tergabung dalam grup yang memainkan seluruh pertandingan di wilayah Amerika Serikat, seperti Los Angeles dan Seattle, menuntut suasana kompetisi yang bebas dari intervensi politik.
| Tanggal | Lawan | Lokasi |
|---|---|---|
| 15 Juni 2026 | Selandia Baru | Amerika Serikat |
| 21 Juni 2026 | Belgia | Amerika Serikat |
| 26 Juni 2026 | Mesir | Amerika Serikat |