Delegasi sepak bola Iran menjadi satu-satunya anggota yang tidak hadir dalam Kongres FIFA yang digelar di Vancouver, Kanada, pada Kamis (30/5/2026) waktu setempat. Absensi ini terjadi di tengah persiapan strategis badan sepak bola dunia tersebut menjelang turnamen akbar yang akan digelar di tiga negara Amerika Utara.
Dilansir dari Bola, ketidakhadiran tim yang dipimpin Presiden Federasi Mehdi Taj tersebut disebabkan oleh penolakan di pos pemeriksaan imigrasi. Rombongan dilaporkan harus memutar balik setelah izin masuk mereka tidak dapat digunakan untuk memasuki wilayah Kanada.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, memastikan bahwa situasi ini tidak akan memengaruhi status keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026. Ia menegaskan posisi organisasi terhadap kesatuan melalui sepak bola.
"Tentu saja, Iran akan bermain di Amerika Serikat," ungkap Infantino.
Keputusan FIFA untuk tetap menyertakan Iran didasari pada upaya menjaga netralitas olahraga dari dinamika geopolitik global yang sedang meningkat.
"Alasannya sederhana, karena kita harus bersatu. Kita harus menyatukan orang-orang," jelas Infantino.
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, memberikan penjelasan mengenai prosedur imigrasi yang menghambat masuknya delegasi tersebut. Ia merujuk pada kondisi diplomatik yang telah berlangsung lama antara kedua negara.
"Pemahaman saya adalah bahwa izin tersebut telah dicabut. Itu tidak disengaja, tetapi saya serahkan kepada menteri untuk menjelaskannya," jelas Anita.
Pemerintah Kanada menekankan bahwa ketiadaan hubungan resmi menjadi faktor utama dalam kebijakan ketat terhadap perwakilan dari Iran.
"I'll say that regarding our position on Iran, from a diplomatic point of view, it's clear that we don't have diplomatic relations with Iran," tambah Anita.
Pernyataan tersebut merujuk pada kebijakan luar negeri Kanada yang telah memutus hubungan formal dengan negara tersebut selama satu dekade terakhir.
"Kami tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran selama lebih dari 10 tahun," tambah Anita.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengaitkan penolakan tersebut dengan status hukum organisasi tertentu yang dilarang di yurisdiksi negaranya. Ia menegaskan efektivitas aturan perbatasan bagi individu yang memiliki afiliasi dengan kelompok terlarang.
"Ada banyak rintangan untuk masuk ke negara ini dan saya pikir yang penting adalah rintangan-rintangan itu efektif," tambah Carney.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut memberikan respons mengenai kehadiran tim Iran di turnamen yang akan dimulai pada 11 Juni tersebut. Trump menyatakan tidak keberatan dengan partisipasi mereka selama mengikuti ketentuan yang ada.
"Yah, jika Gianni mengatakan itu, saya tidak masalah. Saya pikir biarkan mereka bermain," ungkap Donald Trump.
Dalam agenda kongres yang sama, Gianni Infantino mengumumkan niatnya untuk kembali mencalonkan diri sebagai pimpinan tertinggi FIFA tahun depan. Ia telah mengantongi dukungan dari konfederasi sepak bola di Amerika Selatan, Asia, dan Afrika.
"Seperti yang telah Anda dengar, periode pemilihan untuk pemilihan presiden di FIFA dimulai hari ini," kata Infantino.
Infantino menekankan komitmennya untuk melanjutkan kepemimpinan di periode berikutnya sesuai dengan regulasi masa jabatan yang berlaku.
"Saya merasa terhormat dan rendah hati pada saat yang sama, dan pertama-tama saya ingin memberi tahu Anda, 211 asosiasi anggota, saya ingin menegaskan kepada Anda bahwa saya akan menjadi kandidat untuk pemilihan presiden FIFA tahun depan," kata Infantino.