IPST ASARI Tingkatkan Kapasitas Olah Sampah Plastik di Cilegon

IPST ASARI Tingkatkan Kapasitas Olah Sampah Plastik di Cilegon
Foto: Ilustrasi IPST ASARI Tingkatkan Kapasitas Olah Sampah Plastik di Cilegon.

Industri Pengelolaan Sampah Terpadu (IPST) ASARI di Cilegon, Banten, memperluas jangkauan operasionalnya dengan mengoperasikan mesin pirolisis baru berkapasitas 200 kilogram per siklus pada Rabu (22/4/2026). Penambahan fasilitas ini meningkatkan total kapasitas pengolahan sampah plastik di lokasi tersebut menjadi 300 kilogram dalam satu kali proses.

Langkah ekspansi ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola sampah plastik bernilai rendah atau low value plastic (LVP) yang biasanya sulit ditangani melalui metode daur ulang konvensional. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Lestari, sistem terbaru ini menggunakan teknologi vacuum pyrolysis untuk menghasilkan minyak olahan yang lebih bersih dan minim residu.

Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group, Nicko Setyabudi, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas mesin tersebut berdampak langsung pada volume sampah yang masuk ke jalur pengolahan terstruktur. Fasilitas ini mengolah jenis plastik polyethylene (PE), polypropylene (PP), dan polystyrene (PS) menjadi produk serupa solar.

"Dengan beroperasinya dua mesin ini, IPST ASARI kini mampu mengelola hingga lebih dari 35 ribu kilogram atau 35 ton LVP setiap tahunnya," ujar Nicko Setyabudi, Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group.

Nicko menambahkan bahwa penguatan infrastruktur pengolahan sampah di level komunitas memberikan kontribusi positif bagi sistem nasional. Optimalisasi fasilitas ini diharapkan mampu menekan jumlah timbunan sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Pemanfaatan teknologi pirolisis di IPST ASARI telah menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2021 hingga 2025, tercatat lebih dari 79 ton sampah plastik telah dikelola oleh industri terpadu tersebut.

Dari total volume sampah tersebut, sekitar 32 ton di antaranya diproses menggunakan teknologi pirolisis. Proses konversi ini telah menghasilkan lebih dari 26.000 liter minyak yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat dan mendukung keberlanjutan lingkungan di wilayah Banten.

Artikel terkait

Rekomendasi