Investor Domestik Borong Saham BUMI di Tengah Aksi Jual Asing

Investor Domestik Borong Saham BUMI di Tengah Aksi Jual Asing
Foto: Ilustrasi Investor Domestik Borong Saham BUMI di Tengah Aksi Jual Asing.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan fenomena menarik di pasar modal baru-baru ini. Seperti dilansir dari Investor Daily, investor domestik diam-diam gencar mengoleksi saham emiten pertambangan milik Grup Bakrie dan Salim ini.

Aksi borong oleh pemodal dalam negeri tersebut terjadi di tengah tekanan jual investor asing. Pada periode 4 hingga 13 Mei 2026, pemodal asing sebenarnya membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 300,47 miIiar pada saham BUMI.

Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan pergerakan aktif dari beberapa broker lokal. Maybank Sekuritas Indonesia mencatat pembelian bersih atau net buy untuk investor domestik sebesar Rp 155,9 miliar dengan harga rata-rata Rp 222 per saham.

Langkah serupa juga diikuti oleh sejumlah sekuritas lain dalam periode yang sama. Stockbit Sekuritas membukukan net buy domestik sebesar Rp 78,1 miliar dengan harga rata-rata Rp 224.

Selanjutnya, Indo Premier Sekuritas mencetak pembelian bersih Rp 72,5 miIiar pada harga rata-rata Rp 225. Mandiri Sekuritas turut meramaikan aksi beli dengan membukukan net buy Rp 70,7 miliar pada harga rata-rata Rp 224.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, saham Bumi Resources terpantau menguat tipis 0,94 persen ke level Rp 214. Kendati demikian, performa saham emiten ini dalam satu bulan terakhir masih mengalami penurunan sebesar 13,71 persen.

Pergerakan saham emiten yang menempatkan Nirwan Bakrie sebagai salah satu penerima manfaat akhir ini mendapat perhatian dari analis. CGS International Sekuritas merilis panduan teknikal untuk perdagangan Senin, 18 Mei 2026.

Berdasarkan analisis tersebut, area support pertama saham Bumi Resources diproyeksikan berada di level 209. Jika tekanan jual kembali meningkat, tingkat support kedua diperkirakan tertahan pada posisi 205.

Sementara itu, peluang penguatan atau target resistance pertama ditetapkan pada level 219. Apabila pergerakan harga mampu menembus titik tersebut, target resistance kedua dipatok pada batas Rp 225.

Artikel terkait

Rekomendasi