Kepala wasit Serie A dan Serie B, Gianluca Rocchi, tengah menjalani investigasi atas dugaan keterlibatan dalam tindakan kecurangan olahraga pada musim 2024/2025. Dilansir dari Detik Sport, investigasi ini mencakup tudingan upaya mempengaruhi keputusan Video Assistant Referee (VAR) serta manipulasi pemilihan perangkat pertandingan.
Inter Milan menjadi salah satu klub yang namanya terseret dalam pusaran kasus tersebut karena diduga melakukan kolaborasi dengan Rocchi. Klub asal Milan ini dikabarkan sempat meminta pergantian wasit secara khusus kepada Rocchi saat menghadapi Bologna pada April 2025 lalu.
Namun, data terbaru dari hasil penyelidikan menunjukkan bahwa tidak ada pertemuan fisik yang terjadi antara para eksekutif Inter Milan dengan sang kepala wasit. Selain itu, otoritas berwenang meyakini bahwa saat ini tidak ada pemain maupun direktur dari pihak Nerazzurri atau klub kasta tertinggi Italia lainnya yang berstatus sebagai subjek penyelidikan.
Pelatih Inter Milan musim lalu, Simone Inzaghi, memberikan tanggapan tegas mengenai keterkaitan timnya dalam dugaan skandal tersebut. Inzaghi menyatakan keheranannya atas munculnya tuduhan yang menempatkan Inter Milan sebagai pihak yang diuntungkan dalam kompetisi.
"Ini mengejutkan saya. Inter kehilangan banyak poin musim lalu karena kesalahan wasit di Serie A dan Supercoppa. Sungguh mengejutkan disebut-sebut dalam cerita ini, mengingat kami yang dirugikan dan bukan yang diistimewakan," kata Inzaghi, Mantan Pelatih Inter Milan.
Penegasan mengenai kerugian tim disampaikan Inzaghi dengan merujuk pada situasi sulit yang dihadapi skuadnya sepanjang musim berjalan. Ia menekankan bahwa rasa hormat terhadap institusi wasit tetap dijaga meski hasil di lapangan sering kali tidak memihak kepada klubnya.
"Bagaimana Anda bisa memikirkan skema seperti itu? Musim tersebut kami kurang beruntung. Saya selalu sangat menghormati pekerjaan para wasit, dan saya tidak ingin berbicara tentang Napoli, yang jujur memenangkan Scudetto," lanjut Inzaghi, Mantan Pelatih Inter Milan.
Inzaghi juga menutup pernyataannya dengan mengungkapkan beban emosional yang dirasakan tim akibat kehilangan gelar juara dengan margin yang sangat tipis. Ia menggarisbawahi bahwa tidak ada niat untuk menuduh pihak tertentu, melainkan hanya menyayangkan rentetan kejadian yang merugikan Inter Milan.
"Namun, masih ada perasaan bahwa sesuatu telah diambil dari kami. Saya tidak menuduh siapa pun, dan saya tidak ragu akan niat baik mereka. Katakanlah kami kurang beruntung, dan semuanya berlawanan dengan kami. Masih ada kekecewaan yang tak kunjung hilang. Sangat menyakitkan kehilangan gelar hanya karena selisih satu poin," Inzaghi menegaskan.