Minat investasi masyarakat terhadap logam mulia mendorong pertumbuhan signifikan pada layanan emas perbankan syariah di tengah ketidakpastian pasar global, dilansir dari Keuangan pada Jumat (15/5/2026). Tren kenaikan harga emas Antam yang menyentuh level Rp 2.819.000 per gram memicu pergeseran perilaku masyarakat dalam mengamankan aset lindung nilai.
Layanan emas di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi salah satu pendorong utama pendapatan berbasis komisi. Kontribusi dari lini bisnis ini dilaporkan mencapai 33,69 persen atau sekitar Rp 705 miliar, mencatatkan pertumbuhan sebesar 125 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
"Strategi yang ingin kami jalankan adalah memberikan akses dan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia untuk dapat memiliki dan mulai menabung emas," ujar Ade Cahyo Nugroho, Direktur Finance and Strategy BSI.
Berdasarkan data operasional internal perusahaan, pertumbuhan pembiayaan gadai emas di BSI mengalami kenaikan sebesar 58,3 persen secara tahunan. Lonjakan performa juga terjadi pada layanan digital E-mas melalui aplikasi BYOND yang melesat hingga lebih dari 2.700 persen dengan total nasabah tabungan emas menembus angka 1 juta orang.
Kemudahan transaksi e-mas di dalam aplikasi BYOND memungkinkan masyarakat melakukan pembelian logam mulia mulai dari nominal Rp 50.000. Layanan digital ini memfasilitasi aktivitas jual-beli serta transfer emas ukuran kecil tanpa mewajibkan nasabah untuk mendatangi kantor cabang fisik.
Sementara itu, PT Bank BCA Syariah turut mencatatkan lonjakan serupa pada sektor pembiayaan produk murabahah emas. Nilai pembiayaan emiten tersebut tumbuh sebesar 152,8 persen secara tahunan menjadi Rp 748 miliar per April 2026.
"Tren ini menunjukkan emas masih menjadi pilihan utama masyarakat sebagai instrumen investasi jangka panjang di tengah volatilitas harga," kata Yuli Melati Suryaningrum, Presiden Direktur BCA Syariah.
Pertumbuhan volume pembiayaan dari anak usaha BCA tersebut ditopang oleh strategi ekspansi bersama mitra penyedia komoditas serta perluasan penetrasi pasar melalui kegiatan pameran edukatif. BCA Syariah memproyeksikan kontribusi pembiayaan emas mampu menyentuh level dua digit terhadap total pembiayaan konsumer pada tahun ini.