Rencana transfer Inter Milan kini menghadapi tantangan besar akibat macetnya proses kepindahan bek andalan mereka, Alessandro Bastoni. Kondisi tersebut memicu efek domino yang membuat langkah Nerazzurri mengamankan pemain baru menjadi terhambat.
Seperti dikutip dari Bola, tersendatnya negosiasi Bastoni menuju Barcelona dimanfaatkan oleh rival abadi mereka, Juventus. Si Nyonya Tua dilaporkan mulai mendekati target utama Inter di lini belakang, yaitu Tarik Muharemovic.
Hambatan transfer Alessandro Bastoni ke tim asal Catalunya tersebut dipicu oleh keinginan pelatih Barcelona, Hansi Flick. Arsitek asal Jerman itu dikabarkan lebih memilih mendatangkan sosok bek dengan karakteristik kecepatan yang lebih tinggi.
Situasi ini membuat manajemen Inter Milan kesulitan untuk segera meresmikan Tarik Muharemovic dari Sassuolo. Juventus yang melihat celah ini langsung bergerak cepat untuk mengganggu proses negosiasi tersebut.
Berdasarkan laporan La Gazzetta dello Sport, Juventus sebenarnya sudah memiliki modal kuat karena memegang 50 persen kepemilikan atas bek asal Bosnia tersebut. Padahal, sebelumnya Muharemovic disebut telah hampir mencapai kesepakatan personal dengan Inter Milan.
Inter Milan sendiri telah melayangkan penawaran kepada Sassuolo sebesar 25 juta euro atau setara Rp511 miliar. Dalam paket tawaran tersebut, Inter juga bersedia menyertakan satu pemain muda untuk memuluskan kepindahan rekan duet Jay Idzes tersebut ke Stadion Giuseppe Meazza.
Namun, Juventus mencoba menyalip dengan memberikan tawaran yang lebih menggiurkan secara finansial. Klub asal Turin itu dikabarkan siap menggelontorkan dana sebesar 30 juta euro atau sekitar Rp613 miliar demi memboyong Muharemovic.
Angka yang ditawarkan Juventus tersebut juga diklaim menjadi nilai yang sanggup dipenuhi oleh beberapa klub dari Liga Inggris. Hal ini membuat persaingan memperebutkan pemain bernomor punggung 80 di Sassuolo itu semakin memanas.
Sikap Manajemen Sassuolo
CEO Sassuolo, Giovanni Carnevalli, memberikan sinyal hijau terkait potensi penjualan para pemain bintangnya. Langkah ini diambil guna memperkuat kondisi keuangan klub pada bursa transfer musim panas 2026 mendatang.
Carnevalli mengakui bahwa Tarik Muharemovic merupakan salah satu talenta yang sangat sulit untuk dipertahankan di Stadion Mapei. Selain bek tersebut, nama lain seperti Ismael Kone, Armand Lauriente, dan Kristian Thorstvedt juga menjadi incaran banyak klub besar.
"Kami ingin mempertahankan mereka semua, karena tujuan sebenarnya Sassuolo bukanlah untuk menjual, tetapi untuk membangun tim yang lebih kuat," kata Carnevalli.
"Namun, kami kesulitan mempertahankan talenta kami, dihadapkan dengan tawaran gaji tiga atau empat kali lipat dan prospek bermain untuk klub besar."
Carnevalli menambahkan bahwa situasi tersebut menyulitkan klub dalam menyusun rencana pengembangan jangka panjang bagi para pemain muda mereka.
"Itulah mengapa menjadi sangat rumit untuk merencanakan pengembangan mereka. Setiap tahun kami harus memulai dari awal dengan membongkar sesuatu," kata Giovanni Carnevalli.