Inter Milan mengunci gelar juara Serie A musim 2025/2026 setelah meraih kemenangan 2-0 atas Parma di Stadion Giuseppe Meazza pada Senin (4/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut memastikan raihan poin klub berjuluk Si Ular ini tidak mungkin lagi dikejar oleh pesaing terdekatnya di klasemen.
Keberhasilan mengamankan tiga poin penuh di hadapan pendukung sendiri membawa Inter kini mengoleksi total 82 poin di puncak klasemen. Seperti dilansir dari Detik Sport, selisih 12 angka dengan Napoli di posisi kedua menjadi penentu gelar karena kompetisi kasta tertinggi Italia tersebut hanya menyisakan tiga pertandingan.
Dua gol kemenangan Nerazzurri dicetak oleh Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan. Pencapaian ini sekaligus menandai raihan Scudetto ke-21 sepanjang sejarah klub, yang diraih di bawah asuhan pelatih Cristian Chivu pada musim debutnya menjabat sebagai juru taktik tim utama.
Cristian Chivu ditunjuk memimpin Inter Milan pada awal musim ini untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Simone Inzaghi. Bagi pria asal Rumania tersebut, trofi ini melengkapi catatan sejarah pribadinya yang sebelumnya juga pernah memenangkan tiga gelar Serie A saat masih berstatus sebagai pemain Inter.
Chivu yang merupakan bagian dari skuad legendaris peraih treble musim 2009/2010 itu mengungkapkan rasa bangga atas performa para pemainnya. Ia menilai skuad Inter telah menunjukkan resiliensi yang luar biasa setelah melewati musim sebelumnya tanpa meraih satu pun trofi juara.
"Saya sudah melakukan beberapa hal sebagai pemain... Tapi saya senang untuk para pemain ini, untuk klub ini, untuk para suporter luar biasa yang mendukung kami sejak awal," ujar Chivu, pelatih Inter Milan.
Pelatih berusia 45 tahun itu juga memberikan pembelaan terhadap mentalitas anak asuhnya yang sempat mendapatkan kritik keras pada periode sebelumnya. Ia menekankan bahwa kerja keras menjadi kunci keberhasilan tim untuk kembali ke jalur persaingan kompetitif musim ini.
"Saya tidak akan menceritakan seluruh narasi dari musim lalu, ejekan dan penghinaan terhadap kelompok ini, tetapi para pemain telah melakukan yang terbaik untuk bekerja keras, bangkit kembali, dan menemukan apa yang dibutuhkan untuk musim kompetitif yang baru," jelas Chivu.
Meskipun kini memimpin tim dengan peran yang berbeda dibandingkan saat aktif merumput, Chivu menegaskan bahwa intensitas kebahagiaan yang ia rasakan tidak berubah. Ia memberikan kredit sepenuhnya kepada para pemain atas kontribusi mereka dalam mencatatkan sejarah baru bagi klub.
"Ini adalah gelar ke-21 dan halaman lain dalam sejarah gemilang klub ini. Saya lebih muda saat itu, sekarang rambut saya sudah beruban, tetapi saya sama bahagianya seperti ketika saya masih menjadi pemain. Para pemain pantas mendapatkan pujian hari ini, mereka luar biasa," ungkap Chivu.