Inter Milan Segel Gelar Coppa Italia Ke-10 Usai Tekuk Lazio

Inter Milan Segel Gelar Coppa Italia Ke-10 Usai Tekuk Lazio
Foto: Ilustrasi Inter Milan Segel Gelar Coppa Italia Ke-10 Usai Tekuk Lazio.

Inter Milan berhasil mengamankan gelar dobel pada musim 2025-2026 setelah menumbangkan Lazio dengan skor 2-0 dalam partai final Coppa Italia yang berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, pada Kamis (14/5/2026) dini hari WIB.

Kemenangan klub berjuluk Nerazzurri ini dipastikan melalui gol bunuh diri bek Lazio, Adam Marusic, pada menit ke-14 serta sontekan Lautaro Martinez di menit ke-35. Dilansir dari Bola, keberhasilan ini menandai koleksi trofi Coppa Italia ke-10 bagi sejarah klub asal Milan tersebut.

Pencapaian ini juga mencatatkan sejarah baru bagi pelatih Cristian Chivu yang mampu menyandingkan gelar Liga Italia dan Coppa Italia dalam satu musim. Torehan dua gelar domestik ini merupakan yang pertama kalinya diraih Inter Milan sejak era kepelatihan Jose Mourinho pada tahun 2010 silam.

Hasil gemilang tersebut sekaligus menjawab keraguan publik terhadap kapasitas Chivu yang sebelumnya hanya memiliki pengalaman melatih Parma selama beberapa bulan. Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, menegaskan bahwa kesuksesan ini merupakan buah kerja keras kolektif seluruh elemen klub.

"Ada tim di lapangan dan juga di luar lapangan, yang terdiri dari manajemen dan semua orang yang bekerja di balik layar untuk klub," kata Marotta pada Sport Mediaset.

Marotta memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran staf yang telah memberikan kontribusi besar di balik layar kesuksesan tim musim ini.

"jadi saya ingin berterima kasih kepada mereka semua malam ini. Ini benar-benar olahraga tim dan semua orang memberikan kontribusinya," imbuhnya.

Mantan Direktur Umum Juventus tersebut menilai klub telah berada di jalur yang benar meskipun sempat mengalami kegagalan di kompetisi Eropa. Inter Milan diketahui tersingkir dari Liga Champions setelah kalah oleh Bodo Glimt pada Februari 2026.

"Kami senang, ada serangkaian hasil positif dalam beberapa tahun terakhir, dan itu dimulai dari atas dengan pemilik klub," ujarnya.

Marotta meyakini model kepemimpinan saat ini mampu membawa konsistensi kemenangan bagi Nerazzurri di masa depan.

"Ini adalah model yang dapat membawa kita menuju kemenangan, terkadang kita juga kalah, dan tahun lalu memang meninggalkan bekas, tetapi Chivu berhasil membawa kita kembali ke jalur benar."

Manajemen klub juga tetap memberikan apresiasi terhadap performa lawan di kancah internasional meski langkah mereka harus terhenti lebih awal.

"Ada beberapa penyesalan kecil atas Liga Champions musim ini, tetapi Anda juga harus memberikan pujian kepada lawan," imbuh Marotta.

Menatap musim depan, manajemen Inter Milan telah merencanakan penguatan skuad melalui bursa transfer musim panas 2026 dengan fokus pada regenerasi pemain. Marotta menyebut kehadiran pemain muda seperti Petar Sucic sebagai bagian dari rencana jangka panjang klub.

"Kami akan terus mengidentifikasi pemain muda berbakat yang dapat kami bantu untuk berkembang, menggabungkan mereka dengan figur berpengalaman yang sudah memiliki mentalitas juara," ungkapnya.

Pihak manajemen tetap optimis dalam menghadapi persaingan musim depan dengan mengedepankan konsep evolusi komposisi pemain.

"Saya sangat optimis, meskipun tetap menghormati lawan kami. Kami percaya pada evolusi dan bukan revolusi, jadi pemain muda seperti Petar Sucic membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan berkembang," pungkas Marotta.

Artikel terkait

Rekomendasi