Inter Milan Raih Juara Coppa Italia Usai Tundukkan Lazio

Inter Milan Raih Juara Coppa Italia Usai Tundukkan Lazio
Foto: Ilustrasi Inter Milan Raih Juara Coppa Italia Usai Tundukkan Lazio.

Inter Milan sukses mengamankan gelar juara Coppa Italia 2025-2026 setelah menaklukkan Lazio dengan skor 2-0 pada pertandingan final di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (14/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini memastikan status double winner bagi Nerazzurri pada musim kompetisi tahun ini.

Dua gol kemenangan tim asuhan Cristian Chivu tersebut tercipta pada babak pertama melalui gol bunuh diri Adam Marusic di menit ke-14 serta sontekan kapten tim, Lautaro Martinez, pada menit ke-35. Dilansir dari Bola, Martinez memimpin rekan-rekannya selama 77 menit sebelum akhirnya digantikan oleh penyerang muda Ange-Yoan Bonny.

Kesuksesan di ajang piala domestik ini menyusul pencapaian Scudetto ke-21 yang telah dikunci Inter Milan sejak pekan ke-34 liga. Keberhasilan meraih dua trofi sekaligus menjadi pembuktian bagi tim setelah musim lalu sempat mengalami periode tanpa gelar juara.

Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, mengungkapkan rasa puasnya atas pencapaian kolektif tim yang mampu bangkit dari kesulitan musim lalu. Baginya, intensitas permainan dan hasil yang diraih sepanjang musim ini menunjukkan progres yang sangat signifikan bagi klub.

"Double? Ini sangat berarti, tidak mudah untuk memulai lagi setelah tahun lalu. Kami menjalani musim yang sangat penting dalam hal permainan, intensitas, dan hasil," kata Chivu kepada Mediaset dikutip dari Tutto Sport.

Martinez juga menyinggung bagaimana timnya menyikapi berbagai keraguan yang muncul di awal musim. Ia menegaskan bahwa para pemain tetap fokus pada target internal klub meskipun mendapatkan tekanan dari luar.

"I'm happy, we finished the season with another trophy, which means a lot to us," lanjut Martinez.

Penyerang asal Argentina tersebut menyadari bahwa Inter Milan selalu menjadi pusat perhatian publik. Menurutnya, respons terbaik terhadap kritik adalah dengan terus melangkah dan memberikan gelar prestisius bagi organisasi.

"Kritik? Kami tentu selalu banyak dibicarakan, atas apa yang kami lakukan. Tetapi kami harus melanjutkan jalan kami dan membawa gelar untuk Inter, yang sangat berarti bagi kami," tambah Martinez.

Secara khusus, Martinez memberikan apresiasi tinggi kepada sang pelatih, Cristian Chivu, atas kepemimpinannya di ruang ganti. Ia menilai dampak kehadiran Chivu sangat krusial dalam membawa tim kembali ke jalur juara.

"Chivu? Saya memberi nilai 10 karena dia telah memberi kami bantuan yang sangat besar ," pungkas Martinez.

Di sisi lain, pelatih Cristian Chivu menyatakan bahwa pencapaian timnya merupakan hasil yang adil jika meninjau performa konsisten Inter Milan di kompetisi domestik. Inter tercatat tak terkalahkan di Coppa Italia dengan rekor empat kemenangan dan satu hasil imbang.

"Inter memenangkan dua trofi tahun ini, kami pantas mendapatkannya," kata Chivu kepada mikrofon Mediaset di akhir pertandingan.

Pelatih asal Rumania tersebut berharap seluruh elemen tim bisa menikmati kesuksesan yang telah diraih. Baginya, mengakhiri musim dengan dominasi di Liga Italia dan kompetisi piala adalah sebuah tantangan yang berat namun memuaskan.

"Era baru? Kami menikmati hal-hal baik yang telah kami raih tahun ini: kami memenangkan liga dan Coppa Italia," kata Chivu.

Chivu menekankan bahwa menjaga performa hingga akhir musim bukanlah perkara mudah. Gelar juara Serie A sendiri berhasil mereka kunci dengan keunggulan 12 poin atas Napoli sebelum liga benar-benar berakhir.

"Tidak pernah mudah untuk mengakhiri musim seperti ini. Kami bahagia," tambah Chivu.

Artikel terkait

Rekomendasi