Manajemen Inter Milan ternyata sempat mempertimbangkan nama Cesc Fabregas untuk menduduki kursi pelatih kepala sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Cristian Chivu. Kabar mengenai rencana tersebut diungkap oleh media Italia, La Gazzetta dello Sport, seperti dikutip dari Suara.
Pertemuan rahasia antara manajemen Nerazzurri dan Cesc Fabregas terjadi pada musim panas lalu setelah klub berpisah dengan Simone Inzaghi. Nama Fabregas mendadak masuk dalam radar bidikan Inter Milan setelah dirinya mencatatkan performa impresif bersama Como.
Dalam pertemuan rahasia tersebut, mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu dilaporkan datang dengan persiapan yang sangat matang. Cesc Fabregas bahkan membawa presentasi khusus menggunakan laptop miliknya untuk memaparkan proyek sepak bola yang ingin dia bangun.
ÔÇ£Fabregas membuka laptopnya, lalu menampilkan PowerPoint dan berkata: saya ingin ini, ini, dan ini,ÔÇØ tulis La Gazzetta dello Sport.Cesc Fabregas kabarnya meminta perombakan besar-besaran terhadap komposisi skuad Inter Milan yang ada saat itu. Dia menginginkan revolusi total pada tim utama, meskipun performa para pemain sebenarnya masih tergolong cukup kompetitif.
Rencana revolusi skuad yang diajukan oleh pelatih asal Spanyol tersebut akhirnya ditolak karena dinilai terlalu berisiko bagi kestabilan tim. Demi menjaga keseimbangan internal, manajemen Inter Milan lebih memilih untuk mengangkat Cristian Chivu sebagai pelatih utama.
Keputusan menunjuk Cristian Chivu terbukti tepat setelah pelatih asal Rumania itu mempersembahkan trofi Scudetto dan Coppa Italia pada musim pertamanya. Prestasi gemilang ini membuat manajemen klub semakin menaruh kepercayaan besar kepada dirinya.
Cristian Chivu kini dikabarkan segera menandatangani perpanjangan kontrak baru bersama Inter Milan hingga tahun 2028 dengan opsi perpanjangan satu musim. Gaji tahunannya juga melonjak signifikan dari sekitar 2 juta euro menjadi hampir 4 juta euro per tahun.
Di sisi lain, Cesc Fabregas tetap melanjutkan karier kepelatihannya bersama Como. Mantan pemain timnas Spanyol tersebut kini mulai mendapatkan pengakuan luas sebagai salah satu peracik strategi muda paling potensial di kompetisi Serie A.