Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menargetkan timnya untuk mengunci gelar juara Liga Italia musim 2025-2026 saat menghadapi Parma pada pekan ke-35 di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (3/5/2026). Dilansir dari Bola, Nerazzurri hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan status scudetto musim ini.
Peluang besar bagi Inter Milan muncul setelah pesaing terdekat mereka, Napoli, tertahan imbang oleh Como. Kondisi tersebut membuat posisi Inter di puncak klasemen semakin kokoh menjelang laga kandang melawan Parma yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 01.45 WIB.
Cristian Chivu menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi para pemainnya agar performa kurang maksimal saat melawan Torino tidak terulang kembali. Pada laga tersebut, Inter sempat unggul 2-0 lewat Marcus Thuram dan Yann Bisseck sebelum akhirnya disamakan dalam kurun waktu sembilan menit.
"Saat unggul 2-0, Anda berpikir semuanya mudah dan Anda mengendalikan semuanya," kata Chivu, pelatih Inter Milan.
Mantan pemain tim nasional Rumania tersebut menjelaskan bahwa kesalahan individu dalam membangun serangan dari lini belakang dapat menjadi celah bagi lawan untuk bangkit. Hal ini sempat memicu kegugupan di dalam tim saat menghadapi tekanan lawan secara mendadak.
"Lalu, Anda kebobolan sehingga skor menjadi 2-1 karena kesalahan saat membangun serangan dari belakang, dan bayang-bayang kekalahan mulai muncul; Anda menjadi gugup," ujar Chivu, pelatih Inter Milan.
Ia mengakui adanya tanggung jawab pribadi atas hilangnya kendali permainan tim saat sudah berada dalam posisi unggul. Chivu menegaskan bahwa tiga poin tetap menjadi prioritas utama guna mengakhiri persaingan gelar juara sesegera mungkin.
"Anda mulai menyadari bahwa semuanya tidak akan mudah, terutama ketika beberapa kejadian merugikan Anda. Menurut saya, upaya comeback ini bisa saja berakhir lebih buruk," ucap Chivu, pelatih Inter Milan.
Sosok pelatih asal Rumania ini juga menekankan fokus penuh pada strategi permainan tanpa terganggu oleh kenangan masa lalu. Sebagaimana diketahui, Chivu merupakan mantan pelatih Parma pada kompetisi Liga Italia musim 2024-2025.
"Rupanya, saya tidak menjalankan tugas saya dengan baik saat kami unggul 2-0. Saya bertanggung jawab, tetapi itu tidak banyak mengubah keadaan. Kami membutuhkan tiga poin, dan kami ingin mengakhiri pertandingan ini secepat mungkin," imbuh Chivu, pelatih Inter Milan.
Chivu menyatakan bahwa emosi pribadinya terhadap mantan klub asuhannya tidak akan mempengaruhi persiapan tim. Menurutnya, tujuan akhir yang dicanangkan sejak sembilan bulan lalu adalah membawa pulang trofi juara bagi Inter Milan.
"Saya tidak memikirkan emosi. Saya harus mempersiapkan diri untuk pertandingan sebaik mungkin dan memberikan motivasi yang tepat," ujar Chivu, pelatih Inter Milan.
Ambisi besar untuk meraih gelar juara menjadi motivasi utama skuat Inter Milan dalam menatap sisa musim ini. Chivu berupaya menularkan ketenangan sekaligus sikap yang tepat kepada seluruh anak asuhnya di lapangan.
"Ini adalah impian kami. Ini dimulai sembilan bulan yang lalu. Saya berpikir untuk membawa pulang salah satu tujuan musim ini," imbuh Chivu, pelatih Inter Milan.
Persiapan mental menjadi kunci utama bagi Inter Milan dalam menghadapi tekanan pada laga penentu gelar juara di hadapan pendukung sendiri. Chivu menegaskan bahwa faktor lain di luar performa teknis dan mentalitas juara bukanlah hal yang krusial.
"Saya harus menyampaikan ketenangan dan ambisi, tetapi juga keinginan dan sikap yang tepat; yang lainnya tidak penting," pungkas Chivu, pelatih Inter Milan.