Inter Milan memantapkan posisi di puncak klasemen Liga Italia 2025-2026 setelah menaklukkan Lazio dengan skor telak 0-3 di Stadion Olimpico, Roma, pada Sabtu (9/5/2026) malam WIB. Kemenangan pada pekan ke-36 ini dipastikan lewat gol Lautaro Martinez, Petar Sucic, dan Henrikh Mkhitaryan.
Tambahan tiga poin membuat skuad asuhan Cristian Chivu kini mengumpulkan 85 poin di peringkat pertama, sebagaimana dilansir dari Bola. Sebaliknya, kekalahan kandang ini memaksa Lazio tertahan di urutan kedelapan klasemen dengan perolehan 51 poin.
Dominasi tim tamu sudah terlihat sejak awal laga ketika Lautaro Martinez membuka keunggulan pada menit ke-6. Keunggulan tersebut digandakan oleh Petar Sucic pada menit ke-39, sebelum akhirnya Henrikh Mkhitaryan mengunci kemenangan pada menit ke-76.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyatakan bahwa keberhasilan meraup poin penuh di markas lawan merupakan hasil kerja keras seluruh elemen di dalam tim.
ÔÇ£Ini adalah jasa semua orang, bukan hanya Lautaro,ÔÇØ kata Chivu.
Chivu menilai kapten timnya tersebut telah menunjukkan dedikasi tinggi, namun keberhasilan ini tetap bergantung pada dukungan pemain lain dalam skema permainan yang diterapkan.
ÔÇ£Dia mencurahkan jiwa, profesionalisme, dan keseriusan serta memberikan semua yang dia miliki. Tetapi ini juga jasa rekan-rekan setimnya yang mengikutinya, terutama dalam melakukan hal-hal tertentu." ujar Chivu.
Pelatih asal Rumania tersebut sangat mensyukuri atmosfer positif yang terbangun di dalam ruang ganti I Nerazzurri musim ini.
ÔÇ£Ini adalah kelompok dan tim yang fantastis yang sedang menjalani sesuatu yang istimewa. Saya senang untuk mereka karena mereka pantas mendapatkannya,ÔÇØ lanjutnya.
Secara khusus, Chivu memberikan sorotan terhadap performa Petar Sucic yang dinilai mampu mengemban tugas di lini tengah dengan sangat tenang.
ÔÇ£Kami tahu Sucic bisa bermain di posisi itu karena kepribadiannya, kualitas, dan ketenangannya dalam menguasai bola,ÔÇØ ungkap Chivu.
Sang pelatih menambahkan bahwa pengalaman Sucic di level internasional menjadi modal penting bagi perkembangan karier pemain muda tersebut di Inter Milan.
ÔÇ£Dia memiliki kualitas, di tim nasional dia sering bermain di posisi bek tengah. Hari ini dia bermain bagus dan penuh kepribadian. Kita memiliki pemain muda berbakat dan kita harus menghargainya.ÔÇØ kata Chivu.
Mengenai perbandingan antara tim saat ini dengan skuad legendaris peraih treble winners tahun 2010, Chivu merespons dengan meminta publik bertanya langsung kepada Jose Mourinho.
"Tanyakan saja padanya," ujar Chivu.
Chivu menegaskan bahwa setiap era memiliki tantangan dan dinamika yang berbeda sehingga sulit untuk dikomparasikan secara langsung.
ÔÇ£Saya cukup beruntung bisa bermain di tim lawan. Saya yakin perbandingan antara dua generasi tidak bisa dilakukan, banyak hal telah berubah dalam 16 tahun." kata Chivu.
Bagi pelatih kelahiran 1980 tersebut, fokus utama tim saat ini adalah memberikan kebahagiaan nyata bagi para pendukung melalui gelar juara yang diraih di lapangan.
"Inter ini, seperti tim tahun 2010, membawa kegembiraan bagi para penggemarnya, dan itulah yang terpenting." jelas Chivu.
Chivu mengimbau semua pihak untuk lebih menghargai pencapaian nyata yang sudah diraih klub sepanjang musim kompetisi tahun ini.
"Mari kita bicarakan tentang Scudetto yang dimenangkan tahun ini dan final Coppa Italia, daripada angka dan jajak pendapat." tambah Chivu.
Selain itu, ia menegaskan bahwa komunikasi internal antara dirinya dan pihak lain, termasuk Mourinho, adalah hal yang bersifat privasi.
ÔÇ£Apa yang kita tulis satu sama lain tetap menjadi rahasia di antara kita,ÔÇØ tegas Chivu.
Di akhir pernyataannya, Chivu menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya legenda klub, Evaristo Beccalossi, yang sangat dihormati keluarga besar Inter.
ÔÇ£Kehilangan seseorang yang kami sayangi yang telah membuat sejarah Inter membuat kami sangat menyesal,ÔÇØ tambah Chivu.
Seluruh tim merasa kehilangan sosok yang selalu memberikan dukungan moral kepada perkembangan klub selama ini.
ÔÇ£Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya dan seluruh dunia Inter. Dia selalu dekat dengan kami,ÔÇØ pungkas Chivu.
Setelah pertandingan ini, Inter Milan dijadwalkan menjamu Hellas Verona pada pekan depan, sementara Lazio akan menjalani laga tandang melawan rival sekota, AS Roma.