Inter Milan mengunci gelar juara Liga Italia 2025-2026 setelah memetik kemenangan 2-0 atas Parma pada laga pekan ke-35 di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (3/5/2026). Hasil tersebut memastikan raihan scudetto ke-21 bagi klub berjuluk Il Nerazzurri tersebut meski kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan.
Dua gol kemenangan tuan rumah masing-masing dicetak oleh Marcus Thuram pada masa tambahan waktu babak pertama dan Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-80. Dilansir dari Bola, tambahan tiga poin ini sudah melampaui batas minimal satu angka yang dibutuhkan Inter Milan untuk menyegel takhta juara musim ini.
Kesuksesan ini sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi sang pelatih, Cristian Chivu. Mantan bek tim nasional Rumania tersebut menjadi orang kedua di era sepak bola modern yang berhasil mempersembahkan gelar juara liga bagi Inter Milan dalam dua peran berbeda, yakni sebagai pemain dan pelatih.
Berdasarkan laporan Tuttomercatoweb, pencapaian Chivu ini menyamai rekor Armando Castelazzi yang memenangi gelar pemain pada 1929-1930 dan gelar pelatih pada 1937-1938. Nama lain yang tercatat adalah Virgilio Fossati pada musim 1909-1910, namun ia bertindak sebagai pemain sekaligus pelatih dalam periode yang sama.
Keberhasilan mengunci gelar juara saat melawan Parma memiliki makna emosional bagi Chivu karena tim lawan merupakan klub yang ia asuh pada musim sebelumnya. Sebelum menjadi pelatih, Chivu telah mengoleksi tiga trofi Liga Italia bersama Inter pada musim 2007-2008, 2008-2009, dan 2009-2010.
Chivu juga tercatat sebagai bagian dari skuad legendaris Inter asuhan Jose Mourinho yang meraih treble winners pada tahun 2010. Saat ini, ia berpeluang menyamai rekor Mourinho sebagai pelatih yang mampu memenangi lebih dari satu gelar dalam satu musim kompetisi jika berhasil di ajang domestik lainnya.
Target sejarah berikutnya bagi Inter Milan asuhan Chivu adalah final Coppa Italia 2025-2026. Pertandingan perebutan gelar juara tersebut dijadwalkan berlangsung melawan Lazio pada 12 Mei mendatang di Stadion Olimpico.