Inter Milan berhasil memastikan status sebagai peraih double winner domestik setelah menaklukkan Lazio dengan skor 2-0 pada laga final Coppa Italia di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (14/5/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini menyatukan trofi piala liga dengan gelar juara Serie A yang telah dikunci dua pekan sebelumnya.
Kemenangan klub berjuluk Nerazzurri ini dipastikan melalui gol bunuh diri bek Lazio, Adam Marusic, pada menit ke-14 serta kontribusi gol dari penyerang Lautaro Martinez di menit ke-35. Prestasi ini sekaligus menghapus keraguan publik saat manajemen menunjuk Cristian Chivu sebagai pelatih utama untuk menggantikan Simone Inzaghi.
Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, keberhasilan ini menandai koleksi trofi Coppa Italia ke-10 bagi Inter Milan sepanjang sejarah klub. Jumlah tersebut menempatkan mereka sebagai tim tersukses kedua di ajang ini, tepat di bawah Juventus yang masih memegang rekor dengan total 15 gelar juara.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan bahwa pencapaian timnya musim ini merupakan buah dari kerja keras dan kualitas permainan yang konsisten di atas lapangan. Ia merasa bangga karena skuat asuhannya mampu membuktikan diri meskipun sempat menghadapi kritik tajam dari berbagai pihak.
"Kami pantas mendapatkan itu karena kami tampil bagus. Kami turut bahagia dengan performa kami, dengan apa yang kami capai, dengan apa yang sudah dilalui beberapa tahun terakhir; kami juga bahagia untuk fans yang fantastis dan klub yang selalu mendukung kami," ujar Chivu, pelatih Inter Milan.
Mantan pemain bertahan tersebut juga menyoroti betapa sulitnya menjaga fokus untuk memenangi dua kompetisi sekaligus dalam satu musim yang kompetitif. Keberhasilan menyapu bersih gelar domestik Italia dinilai sebagai momen spesial bagi seluruh elemen dalam tim.
"Kami menikmati hal-hal bagus yang kami dapat musim ini; juara liga dan Coppa Italia bukan kebetulan, tidak mudah untuk memenangi dua trofi," ujar Chivu, pelatih Inter Milan.
Raihan trofi ganda ini menjadi penutup musim yang manis bagi Inter Milan setelah pada periode sebelumnya mereka gagal meraih satu pun gelar. Fokus tim kini beralih pada perayaan bersama pendukung serta evaluasi skuat untuk menghadapi kompetisi musim mendatang.