Paris Saint-Germain (PSG) secara resmi dinobatkan sebagai jawara Liga Champions musim 2025/2026 setelah menumbangkan Arsenal di partai puncak. Pertandingan dramatis yang digelar di Puskás Aréna, Budapest, pada Minggu (31/5/2026) dini hari WIB ini harus diselesaikan melalui babak adu penalti.
Arsenal sebenarnya sempat membuka harapan besar setelah mencetak gol cepat pada awal pertandingan. Kai Havertz berhasil membobol gawang lawan saat laga baru berjalan enam menit dan membawa The Gunners memimpin sementara.
Namun, keunggulan tersebut sirna di babak kedua setelah PSG bangkit memberikan perlawanan sengit. Raksasa Prancis itu berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui eksekusi penalti Ousmane Dembélé pada menit ke-65.
Skor imbang terus bertahan hingga waktu normal berakhir dan tidak berubah selama babak tambahan waktu atau extra time. Penentuan pemenang akhirnya dilakukan melalui titik putih yang berakhir dengan skor 4-3 untuk kemenangan PSG.
Kontroversi VAR dan Insiden Penalti
Pertandingan final ini tidak lepas dari sorotan tajam, terutama mengenai keputusan wasit di paruh kedua babak tambahan. Arsenal sempat melayangkan protes keras karena merasa berhak mendapatkan penalti setelah insiden yang melibatkan Noni Madueke.
Pemain sayap Arsenal tersebut terjatuh di kotak terlarang setelah berduel dengan bek PSG, Nuno Mendes. Meski Mendes terlihat menjatuhkan Madueke, wasit Daniel Siebert dan tim VAR memiliki pandangan yang berbeda terkait kejadian tersebut.
Rincian mengenai keputusan wasit dalam insiden krusial tersebut:
- Kontak Fisik: Wasit melihat ada indikasi Madueke yang memulai kontak lebih dulu dengan melingkarkan lengannya ke tubuh Mendes.
- Keputusan Akhir: Setelah peninjauan, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran dan menginstruksikan pertandingan tetap dilanjutkan.
- Dukungan Ahli: Mantan wasit Liga Premier, Graham Scott, menyatakan setuju dengan keputusan wasit lapangan karena minimnya bukti pelanggaran yang jelas.
Graham Scott menilai bahwa VAR tidak memiliki cukup dasar kuat untuk mengubah keputusan wasit di lapangan pada saat itu. Menurutnya, tindakan wasit yang tidak memberikan penalti lebih tepat daripada harus tunduk pada tekanan situasi pertandingan.
Rekor Pahit Arsenal di Kancah Eropa
Kekalahan menyakitkan ini meninggalkan luka mendalam bagi klub asal London Utara tersebut. Selain gagal meraih trofi, Arsenal kini memegang rekor sejarah yang tidak diinginkan di kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut.
Kegagalan di Budapest membuat The Gunners menjadi tim dengan koleksi pertandingan terbanyak di Liga Champions tanpa pernah sekalipun menjadi juara. Status ini memperpanjang puasa gelar mereka di panggung bergengsi Benua Biru.
Berikut adalah ringkasan perjalanan Arsenal di kompetisi Liga Champions hingga saat ini:
| Kategori Statistik | Data Fakta |
|---|---|
| Jumlah Pertandingan | 226 Laga |
| Jumlah Gelar Juara | 0 Trofi |
| Hasil Final 2025/2026 | Kalah Adu Penalti (3-4) |
| Pencetak Gol Final | Kai Havertz (Menit 6) |
Data tersebut menunjukkan bahwa Arsenal sudah tampil sebanyak 226 kali di Liga Champions namun belum pernah mengangkat trofi. Hingga saat ini, mereka masih harus terus berjuang untuk menghapus kutukan di kompetisi paling elite di dunia tersebut.