Inflasi PCE AS November 2025 Bertahan di Level 2,8 Persen

Inflasi PCE AS November 2025 Bertahan di Level 2,8 Persen
Foto: Ilustrasi Inflasi PCE AS November 2025 Bertahan di Level 2,8 Persen.

Laju inflasi di Amerika Serikat pada November 2025 tercatat bergerak sedikit menjauh dari target yang ditetapkan Federal Reserve. Meskipun demikian, angka tersebut masih berada dalam koridor ekspektasi pasar.

Berdasarkan data Departemen Perdagangan yang dilansir dari Investortrust, indeks harga personal consumption expenditures (PCE) menunjukkan inflasi tahunan sebesar 2,8%. Angka ini berlaku baik untuk inflasi utama (headline) maupun inflasi inti (core).

Pencapaian tersebut sejalan dengan proyeksi konsensus Dow Jones. Indikator PCE sendiri merupakan alat peramalan utama yang digunakan bank sentral AS untuk menentukan arah kebijakan moneter.

Bureau of Economic Analysis (BEA) turut melaporkan bahwa inflasi pada Oktober 2025 berada di level 2,7%. Secara bulanan, terjadi kenaikan sebesar 0,2% baik pada periode Oktober maupun November.

Keterlambatan publikasi data ini terjadi akibat dampak penutupan pemerintahan sebelumnya. Hal itu sempat menghentikan aktivitas pengumpulan data dan pelaporan oleh lembaga resmi pemerintah.

Di sektor konsumsi, pendapatan pribadi warga AS mengalami peningkatan sebesar 0,1% pada Oktober dan 0,3% pada November. Sementara itu, belanja konsumen sebagai proksi utama ekonomi naik konsisten 0,5% di kedua bulan tersebut.

Meskipun belanja meningkat, tingkat tabungan pribadi justru menunjukkan penurunan. Pada November, rasio tabungan tercatat 3,5% atau menyusut 0,2 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya.

Rincian harga menunjukkan biaya energi melonjak 1,9% pada November setelah sempat turun pada bulan sebelumnya. Di sisi lain, harga bahan pangan terpantau tidak mengalami perubahan atau stagnan.

Data lain menunjukkan ketangguhan ekonomi AS dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 4,4% pada kuartal ketiga. Klaim tunjangan pengangguran juga masih bertahan di level terendah dalam dua tahun terakhir.

"Konsumen terus menjadi penggerak utama ekonomi AS, dengan data hari ini mengindikasikan kenaikan belanja yang kuat," kata James McCann, ekonom senior untuk strategi investasi di Edward Jones.

Menurut James McCann, ketahanan ini muncul meski ada perlambatan pasar tenaga kerja dan inflasi yang masih tinggi. Data tersebut dinilai meyakinkan The Fed bahwa ekonomi tetap berada pada pijakan solid.

Para pelaku pasar memprediksi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan mendatang. Langkah ini diambil setelah bank sentral melakukan tiga kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun 2025.

Pedagang pasar berjangka kini hanya memperkirakan maksimal dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026. Hal ini dipengaruhi oleh tekanan inflasi yang masih berlanjut serta ketidakpastian kondisi geopolitik global.

Artikel terkait

Rekomendasi