Tingkat inflasi tahunan Australia melonjak hingga menyentuh angka 4,6 persen pada kuartal I-2026 akibat kenaikan signifikan biaya transportasi, perumahan, dan makanan. Lonjakan harga ini memperkuat proyeksi kenaikan suku bunga acuan oleh Reserve Bank of Australia (RBA) dalam pertemuan kebijakan mendatang.
Data tersebut mencatatkan rekor tertinggi sejak Australia mulai menerbitkan laporan indeks harga konsumen bulanan pada 2025, sebagaimana dilansir dari Money melalui laporan CNBC. Sebelumnya, bank sentral telah menaikkan suku bunga ke level 4,1 persen pada Maret lalu, yang merupakan posisi tertinggi sejak April 2025.
"Perkembangan di Timur Tengah tetap sangat tidak pasti, tetapi dalam berbagai skenario yang mungkin terjadi dapat menambah inflasi global dan domestik," kata RBA setelah pertemuan Maret lalu.
Pihak dewan memperingatkan bahwa tekanan harga kemungkinan akan menetap di atas rentang target 2 hingga 3 persen dalam beberapa waktu ke depan. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Australia tercatat mencapai 2,6 persen pada kuartal keempat tahun sebelumnya.
"Perkembangan di Timur Tengah tetap sangat tidak pasti, tetapi dalam berbagai skenario yang mungkin terjadi dapat menambah inflasi global dan domestik," kata RBA setelah pertemuan Maret lalu.
Gubernur RBA Michelle Bullock mengungkapkan adanya kesepakatan di antara anggota dewan mengenai perlunya pengetatan kebijakan lebih lanjut demi menekan laju harga. Namun, terdapat perbedaan pandangan terkait penentuan waktu yang tepat untuk langkah tersebut.
"Kenaikan harga minyak semakin meningkatkan risiko inflasi akan tetap di atas target untuk jangka waktu yang lama," tulis notula tersebut.
Biro Statistik Australia (ABS) melaporkan lonjakan tajam Indeks Harga Konsumen (CPI) dari 3,7 persen pada Februari menjadi 4,6 persen pada Maret. Faktor utama pendorong kenaikan ini adalah harga bahan bakar otomotif yang melambung 32,8 persen dalam satu bulan.
"Inflasi CPI tahunan adalah yang tertinggi sejak September 2023," ujar Kepala Statistik Harga Australian Bureau of Statistics (ABS), Sue-Ellen Luke.
Luke menjelaskan bahwa kenaikan biaya transportasi sebesar 9,2 persen menjadi refleksi langsung dari dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga energi. Hal ini sangat membebani pengeluaran rumah tangga di seluruh wilayah Australia.
"Peningkatan di Maret merupakan peningkatan bulanan terbesar sejak data mulai dikumpulkan pada 2017," ucap Luke.
Data ABS menunjukkan harga solar meroket 41 persen menjadi 256 sen per liter pada Maret 2026, sementara bensin tanpa timbal reguler naik menjadi 228 sen per liter. Ekonom senior Westpac, Justin Smirk, menilai guncangan harga ini terserap ke dalam perekonomian lebih cepat dari biasanya.
"Harga bahan bakar kendaraan bermotor diperkirakan akan naik lagi pada bulan Juli, tetapi ini disebabkan oleh berakhirnya pengurangan sementara pajak bahan bakar yang baru-baru ini diberlakukan," kata Smirk.
Pakar ekonomi memperkirakan efek kenaikan biaya energi ini akan terus berlanjut hingga kuartal berikutnya sebelum mengalami pelandaian. Smirk menekankan adanya perubahan pola transmisi harga di pasar domestik.
"Data ini menegaskan bahwa biaya bahan bakar diteruskan ke perekonomian lebih cepat daripada pada guncangan sebelumnya," kata Smirk.
Sektor keuangan kini mengantisipasi kenaikan suku bunga hingga mencapai puncak 4,85 persen melalui tiga tahap kenaikan pada Mei, Juni, dan Agustus menurut proyeksi Westpac. Namun, perwakilan ANZ Adam Boyton memberikan perkiraan yang lebih konservatif.
"Kami memperkirakan RBA akan tetap berada di jalur sempitnya," kata Adam Boyton.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Ekonom NAB Group Sally Auld memprediksi kenaikan suku bunga kemungkinan besar hanya akan terjadi sekali pada bulan Mei. Kondisi inflasi kuartal pertama dinilai cukup tinggi namun belum mencapai level yang memicu kepanikan luar biasa bagi bank sentral.
"Data kuartal pertama seharusnya mengkonfirmasi bahwa inflasi terlalu tinggi dan meluas sebelum guncangan Iran, tetapi kemungkinan besar tidak akan cukup untuk memicu kekhawatiran bank sentral Australia," tutup Sally Auld.