Industri Plastik Hilir Sesuaikan Biaya Produksi Akibat Konflik Timur Tengah

Industri Plastik Hilir Sesuaikan Biaya Produksi Akibat Konflik Timur Tengah
Foto: Ilustrasi Industri Plastik Hilir Sesuaikan Biaya Produksi Akibat Konflik Timur Tengah.

Produsen plastik hilir nasional berupaya mempertahankan kelangsungan operasional melalui efisiensi biaya dan inovasi produk di tengah kelangkaan bahan baku akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan data yang dilansir dari Money, harga plastik mengalami lonjakan signifikan antara 50 hingga 125 persen pada April 2026.

Ketegangan di Asia Barat yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu penutupan Selat Hormuz, jalur distribusi utama petrokimia. Gangguan rantai pasok global ini menyebabkan lonjakan harga nafta dan resin yang menjadi komponen vital produksi plastik di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Biaxially Oriented Films Indonesia (ABOFI) Santoso Samudra menjelaskan bahwa ketergantungan pada pasar global memaksa produsen melakukan penyesuaian strategi demi menjaga daya saing di pasar domestik.

"Ini dilakukan mulai dari efisiensi operasional, optimalisasi penggunaan energi, pengadaan bahan baku dari impor hingga inovasi dalam formulasi produk agar tetap kompetitif di pasar," kata Santoso dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2026).

Lonjakan biaya produksi ini memicu tekanan inflasi yang berdampak langsung pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kemasan pangan. Sektor distribusi kebutuhan pokok seperti beras dan gula juga terbebani kenaikan harga karung plastik.

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Kemasan Fleksibel Indonesia (ROTOKEMAS) Ferry Bunarjo menegaskan komitmen pelaku industri untuk tidak memangkas kapasitas produksi meskipun margin usaha semakin tertekan oleh harga bahan baku.

"Ini menjadi penting mengingat peran strategis industri plastik hilir dalam mendukung berbagai sektor lain, seperti makanan dan minuman, farmasi, konstruksi, hingga otomotif," jelas Ferry.

Dukungan terhadap kelangsungan industri juga didorong oleh permintaan domestik yang tetap kuat. Federasi Lintas Asosiasi Plastik Hilir Indonesia (FLAIPHI) terus melakukan koordinasi antar-anggota untuk memitigasi potensi gangguan pasokan lebih lanjut.

Sekjen Asosiasi Industri Pengecoran Logam Indonesia (APHINDO) Henry Chevalier menyoroti potensi pasar dalam negeri yang besar sebagai faktor kunci ketahanan sektor ini menghadapi guncangan harga global.

"Dengan populasi besar dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang, kebutuhan akan produk plastik baik sebagai kemasan maupun komponen industri masih sangat tinggi," jelas Henry.

Senada dengan hal tersebut, pelaku industri di bawah koordinasi Gabungan Industri Aneka Tenun Plastik Indonesia (GIATPI) berharap adanya dukungan kebijakan pemerintah yang kondusif guna memperkuat struktur industri nasional di masa mendatang.

"Ke depan, dukungan kebijakan yang kondusif, stabilitas harga bahan baku, serta penguatan industri plastik hilir nasional menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing industri plastik hilir Indonesia di tengah dinamika pasar global," tegas Sekjen GIATPI Sugeng Siswanto.

Menanggapi situasi ini, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah melakukan pertemuan dengan para pemangku kepentingan industri untuk memastikan ketersediaan stok nasional. Meskipun harga naik akibat peningkatan biaya logistik, ketersediaan fisik plastik diklaim masih aman.

"Dari hasil pertemuan, kami mendapatkan jaminan dari industri bahwa stok plastik seharusnya tidak ada masalah," ujar Agus dalam keterangan resmi sebagaimana dikutip Jumat (17/4/2026).

Agus menambahkan bahwa waktu pengiriman logistik saat ini membengkak signifikan dari rata-rata 15 hari menjadi hingga 50 hari. Hal ini disebabkan oleh penerapan biaya tambahan premium dan rute pengiriman yang lebih lama akibat konflik bersenjata.

"Waktu pengiriman yang sebelumnya rata-rata sekitar 15 hari, saat ini dapat meningkat hingga 50 hari. Kondisi ini tentu berdampak pada peningkatan beban biaya produksi," tegas Agus.

Artikel terkait

Rekomendasi