Indomobil Group secara agresif memperluas portofolio otomotif di Indonesia dengan membawa berbagai merek asal China guna menyasar preferensi konsumen yang beragam di segmen kendaraan penumpang. Ekspansi strategis ini dikonfirmasi oleh jajaran direksi perusahaan saat ditemui di Beijing, China, pada akhir pekan lalu.
Langkah ini dilakukan dengan merangkul merek-merek seperti Maxus, GAC, dan Changan yang kini telah resmi berada di bawah naungan grup tersebut. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Otomotif, kehadiran perusahaan otomotif asal Tiongkok ini akan diperkuat dengan rencana kedatangan Leapmotor serta Hongqi di masa mendatang.
Ekspansi ke merek Asia Timur ini melengkapi lini bisnis Indomobil yang sebelumnya telah didominasi oleh pabrikan Jepang seperti Suzuki dan Nissan. Selain itu, grup ini tetap mempertahankan eksistensinya di pasar premium melalui merek Eropa seperti Mercedes-Benz dan Audi.
Direktur Indomobil Group, Andrew Nasuri, menjelaskan bahwa strategi mengumpulkan berbagai merek ini didorong oleh karakteristik pasar mobil penumpang yang sangat personal. Menurutnya, keputusan konsumen dalam membeli kendaraan penumpang sangat bergantung pada aspek visual dan selera individu.
"Ini beda penumpang dan komersial ya (kalau mobil) penumpang itu adalah kamu lihat kendaraan lihat desain, yang mana itu personal. Kamu suka desain ini, desain A, desain B, desain C," kata Andrew Nasuri, Direktur Indomobil Group.
Pihak manajemen menekankan bahwa tujuan utama dari ketersediaan banyak merek ini adalah untuk memastikan setiap calon pembeli dapat menemukan kendaraan yang sesuai dengan keinginan mereka. Andrew menginginkan agar seluruh lapisan konsumen tetap memilih produk yang dipasarkan oleh Indomobil meskipun memiliki selera yang berbeda-beda.
"Strategi Indomobil sekarang adalah saya mau semua orang itu ambil barang Indomobil. Jangan sampai orang itu lihat, oh barang ini bagus untuk saya, teman saya enggak suka," ujar Andrew Nasuri, Direktur Indomobil Group.
Kualitas dan teknologi yang ditawarkan produsen asal China menjadi faktor kunci keyakinan perusahaan dalam memperluas kerja sama. Salah satu unit yang diunggulkan adalah Maxus MIFA 9, sebuah MPV listrik premium yang diklaim memberikan kenyamanan kelas atas untuk penggunaan harian.
"Saya lihatnya adalah semua orang pasti ada selera masing-masing, dan produk China ini semuanya adalah desain yang membedakan antara mereka. Teknologi, very good dan kualitas sudah bagus, ya kan," kata Andrew Nasuri, Direktur Indomobil Group.
Perusahaan memandang bahwa tren kendaraan China bukan sekadar fenomena sementara, melainkan solusi jangka panjang atas permintaan pasar yang kompetitif secara harga dan desain. Fenomena ini diibaratkan seperti memilih merek makanan yang beragam namun tetap memiliki substansi yang sama.
"Merek-merek China sudah bagus sekarang, dan jadi ini ujung-ujungnya adalah selera. (Seperti) makan, ayam. Ayam goreng, merek ini merek itu, ayam juga kan. Ujungnya pilihan," kata Andrew Nasuri, Direktur Indomobil Group.
Penyediaan beragam pilihan merek asal China ini merupakan komitmen grup untuk memastikan masyarakat Indonesia memiliki akses terhadap teknologi otomotif terbaru. Fokus utama perusahaan tetap pada mengakomodasi perbedaan preferensi pasar yang semakin dinamis.
"Kita dari Indomobil memastikan itu, pilihan itu bisa diambil sama masyarakat Indonesia," ujar Andrew Nasuri, Direktur Indomobil Group.