Terapis pasangan dan psikolog mengidentifikasi enam indikator psikologis halus terkait ketidaksetiaan yang sering terabaikan oleh pasangan, mulai dari perubahan sikap lingkungan sosial hingga manipulasi perilaku harian. Penjelasan mengenai tanda-tanda samar ini dirilis pada Selasa (28/4/2026) sebagaimana dilansir dari Lifestyle.
Para ahli menekankan bahwa pelaku perselingkuhan cenderung menghindari kebiasaan umum agar tindakan mereka tidak terdeteksi. Upaya menjaga kerahasiaan ini sering kali membuat mereka berusaha keras untuk menciptakan kesan bahwa segala sesuatunya berjalan normal dalam hubungan.
"Perselingkuhan tidak selalu hitam dan putih," kata terapis pasangan Samantha Burns.
Samantha Burns menjelaskan bahwa kerahasiaan menjadi elemen utama dalam pengkhianatan komitmen. Hal ini didukung oleh pendapat ahli lain yang menyebutkan adanya keinginan kuat pelaku untuk menghindari konsekuensi dari perbuatannya.
"Karena perselingkuhan diselubungi kerahasiaan, orang tersebut melakukan yang terbaik untuk tidak membangkitkan kecurigaan pasangannya," tambah terapis pernikahan dan keluarga, Lesli Doares.
Lesli Doares menyatakan bahwa tujuan utama peselingkuh adalah agar tidak tertangkap. Salah satu tanda yang sering muncul justru berasal dari lingkaran pertemanan pelaku yang mungkin bersikap canggung karena mengetahui rahasia tersebut.
"Ada kemungkinan besar teman-teman pasanganmu mungkin tahu apa yang sebenarnya terjadi sebelum kamu menyadarinya," ujar psikolog Paul Coleman.
Paul Coleman menambahkan bahwa perilaku manipulatif lainnya dapat berupa pemberian hadiah secara berlebihan. Taktik ini digunakan untuk menebus rasa bersalah dan memastikan pasangan tetap merasa aman sehingga tidak menaruh curiga pada hal-hal kecil.
"Sehingga, tanda halus perselingkuhan yang ditemukan pasangan dapat dengan mudah ditepis sebagai sesuatu yang tidak akan pernah mereka lakukan," ungkap Paul Coleman.
Aspek psikologis lain yang disoroti adalah disonansi kognitif, di mana pelaku menjadi sangat kritis terhadap pasangannya untuk membenarkan tindakan mereka sendiri. Selain itu, pelaku sering memutarbalikkan fakta dengan menuduh pasangannya berselingkuh agar perhatian beralih.
"Senang rasanya mengetahui bahwa pasanganmu peduli dengan apa yang terjadi pada harimu, tetapi jika mereka tidak pernah sebelumnya, ada kemungkinan mereka mencoba membuat rencana dengan orang lain dan ingin menghindari ketahuan olehmu," jelas Samantha Burns.
Kewaspadaan juga diperlukan jika pasangan mendadak sangat detail memantau jadwal harian tanpa alasan yang jelas. Terakhir, reaksi defensif atau kemarahan saat ditanya mengenai perubahan sikap dianggap sebagai sinyal peringatan keras adanya sesuatu yang disembunyikan.
"Sikap defensif cenderung menjadi tanda rasa bersalah atau penghindaran dari mengakui kebenaran atau mengambil tanggung jawab atas tindakan seseorang," ucap Samantha Burns.
Menurut Samantha Burns, pasangan yang jujur biasanya akan bereaksi dengan empati dan validasi saat mendengarkan kekhawatiran pasangannya. Mereka akan berusaha memperbaiki hubungan daripada memicu pertengkaran saat dihadapkan pada pertanyaan sensitif.
"Mereka akan memvalidasi perasaanmu, atau bahkan memunculkan cara untuk membantumu merasa lebih baik atau meningkatkan hubungan," pungkas Samantha Burns.