Gaikindo Soroti Impor Truk China Tanpa Standar Euro 4

Gaikindo Soroti Impor Truk China Tanpa Standar Euro 4
Foto: Ilustrasi Gaikindo Soroti Impor Truk China Tanpa Standar Euro 4.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyoroti maraknya impor truk asal China yang masuk ke pasar otomotif nasional tanpa mematuhi regulasi standar emisi Euro 4. Fenomena ini menyebabkan gangguan pada pasar kendaraan komersial serta menurunkan angka penjualan produk manufaktur dalam negeri secara signifikan.

Dominasi kendaraan angkut tersebut diperkirakan telah mengambil porsi hingga separuh dari total volume penjualan truk nasional. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Oto, masuknya kendaraan non-regulasi ini dipicu oleh keterbatasan pasokan bahan bakar diesel standar Euro 4 di berbagai wilayah pelosok Indonesia.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menjelaskan bahwa kekosongan suplai bahan bakar tersebut dimanfaatkan untuk memasukkan unit kendaraan yang masih menggunakan spesifikasi lama.

"Nah ini pelaku usaha itu nyari, bahan bakarnya nggak ada nih, datanglah kendaraan-kendaraan dari negara lain yang masih euro 2 belum euro 4, nah ini masuk dalam jumlah banyak," terang Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.

Kukuh menambahkan bahwa proses masuknya unit-unit impor ini tidak melewati tahapan pengujian resmi yang diwajibkan oleh kementerian terkait. Akibat ketiadaan proses homologasi dan uji teknis, harga jual produk tersebut menjadi jauh lebih murah dibandingkan produk lokal.

"Nah kendaraan ini masuk tanpa memenuhi proses dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah misalnya kan harus euro 4, harus homologasi, harus diuji oleh (Kementerian) Perhubungan, kemudian harganya relatif lebih murah," sambung Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.

Volume unit yang membanjiri pasar domestik tercatat mencapai angka belasan ribu unit per tahun. Hal ini memberikan dampak langsung terhadap penyerapan pasar truk yang diproduksi secara lokal oleh produsen resmi di Indonesia.

"Jadi misal total penjualan setahun 28 ribu truk ya itu, dimasukin sampai 14-15 ribu unit yang non-euro 4 tadi, ya itu tergerus," beber Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.

Penetrasi pasar oleh importir umum ini disayangkan mengingat industri otomotif nasional sudah memiliki kapabilitas manufaktur yang mumpuni. Fasilitas produksi di dalam negeri saat ini tercatat sudah mampu merakit berbagai kategori kendaraan niaga sesuai aturan pemerintah.

"Kita sudah mampu memproduksi truk, swasembada kita ya, truk kita mampu, truk dari yang kendaraan komersial sampai heavy duty di atas 24 ton," pungkas Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo.

Artikel terkait

Rekomendasi