I.League Terapkan Sistem Bagi Hasil Baru di Super League 2025-2026

I.League Terapkan Sistem Bagi Hasil Baru di Super League 2025-2026
Foto: Ilustrasi I.League Terapkan Sistem Bagi Hasil Baru di Super League 2025-2026.

Operator I.League melakukan transformasi signifikan dalam mekanisme distribusi pendapatan bagi klub peserta kompetisi Super League musim 2025-2026. Skema baru ini tidak lagi menitikberatkan pada hadiah juara secara konvensional.

Dikutip dari Suara, sistem komersial yang diterapkan saat ini mengadopsi model modern yang serupa dengan liga-liga papan atas dunia, termasuk Premier League. Pendapatan setiap klub kini dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental.

Faktor-faktor tersebut meliputi kontribusi tetap yang diberikan setiap bulan serta kontribusi variabel. Komponen variabel ini dihitung berdasarkan posisi akhir di klasemen serta performa rating dan share siaran televisi.

Penerapan format ini menjadi pembeda utama antara kasta tertinggi dengan kompetisi di bawahnya. Liga kasta bawah diketahui masih menggunakan sistem hadiah uang tunai atau prize money tradisional bagi tim pemenang.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, memaparkan bahwa klub-klub akan menerima dua komponen pendapatan utama. Pembagian ini dirancang untuk memperkuat struktur finansial tim peserta sepanjang musim berjalan.

"Model ini bukan prize money seperti di Championship. Sistemnya serupa dengan liga-liga top dunia," ujar Asep. Penjelasan tersebut menegaskan ambisi operator untuk meningkatkan profesionalisme klub peserta.

Asep menambahkan bahwa kontribusi variabel di akhir musim dihitung secara detail melalui tiga aspek utama. Aspek tersebut mencakup peringkat klasemen serta efektivitas komersial melalui jangkauan siaran televisi.

Nilai nominal yang diterima setiap tim akan bervariasi tergantung pada pencapaian teknis dan daya tarik siaran mereka. Namun, regulasi menetapkan bahwa tiga tim yang berada di posisi terbawah klasemen tidak akan mendapatkan kontribusi variabel.

Persaingan Gelar Juara Musim 2025-2026

Di sisi lain, tensi kompetisi di lapangan hijau semakin meningkat seiring memasuki pekan ke-33. Persib Bandung dan Borneo FC menjadi dua kandidat terkuat yang bersaing memperebutkan takhta tertinggi musim ini.

Hingga pekan ke-32, Persib Bandung masih menduduki posisi puncak klasemen dengan raihan 75 poin. Meski demikian, posisi tersebut belum aman karena Borneo FC telah mengumpulkan jumlah poin yang sama persis.

Kondisi poin yang identik ini memicu prediksi bahwa penentuan gelar juara akan berlangsung dramatis hingga laga terakhir. Setiap posisi di klasemen akhir kini memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi bagi manajemen klub.

Melalui sistem bagi hasil yang baru, keberhasilan tim di lapangan tidak hanya berbuah trofi secara simbolis. Prestasi tersebut akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan yang dihitung berdasarkan konsistensi performa sepanjang musim.

Artikel terkait

Rekomendasi