Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa (28/4/2026) akibat meningkatnya ketidakpastian global terkait konflik geopolitik di Timur Tengah. Dilansir dari Money, indeks sebelumnya sudah turun 0,32 persen ke level 7.106,520 pada penutupan awal pekan ini.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa pergerakan indeks masih dibayangi oleh dinamika kawasan Timur Tengah serta fluktuasi harga minyak mentah global. Ia menetapkan level support pada 7.022 dan resistance di angka 7.177 untuk perdagangan besok.
"Untuk besok (Selasa) kami perkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 7.022 dan resistance 7.177, dimana investor masih mencermati kondisi Timur Tengah dan juga pergerakan harga komoditas minyak mentah," ujar Herditya Wicaksana, Analis teknikal MNC Sekuritas.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, menambahkan bahwa tekanan pasar juga dipengaruhi oleh kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan rebalancing indeks saham Indonesia. Selain itu, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dunia melalui Selat Hormuz.
Kondisi eksternal tersebut memicu tingginya harga energi yang menghambat penurunan inflasi global serta membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter. Di dalam negeri, sentimen negatif datang dari pelemahan nilai tukar rupiah dan penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax serta Dex Series sejak 18 April lalu.
Bank Indonesia sendiri telah mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75 persen dalam rapat 22-23 April 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Meskipun ada potensi penguatan jangka pendek karena kondisi jenuh jual, IHSG diperkirakan tetap bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah menguji area 7.100-7.150.
| Emiten | Kode | Rekomendasi | Target Harga (Rp) |
|---|---|---|---|
| Central Omega Resources Tbk | DKFT | Beli (Area 805) | 900 |
| ESSA Industries Indonesia Tbk | ESSA | Beli (945) | 1.045 |
| Erajaya Swasembada Tbk | ERAA | Beli (Area 404) | 442 |
| Archi Indonesia Tbk | ARCI | Cermati (1.720-1.780) | - |
| Midi Utama Indonesia Tbk | MIDI | Cermati (348-360) | - |
| Sanurhasta Mitra Tbk | MINA | Cermati (358-402) | - |