IHSG Parkir di Level 7.559 pada Perdagangan 21 April 2026

IHSG Parkir di Level 7.559 pada Perdagangan 21 April 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Parkir di Level 7.559 pada Perdagangan 21 April 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Selasa 21 April 2026 di zona merah. Dilansir dari Detik Finance, indeks bursa domestik tersebut mengalami penurunan sebesar 0,46 persen sehingga berada di level 7.559,38.

Pelemahan indeks kali ini dipicu oleh anjloknya harga saham DSSA, yang kemudian diikuti oleh tekanan jual pada saham BBRI dan BREN. Meskipun demikian, laju penurunan sedikit tertahan oleh penguatan saham-saham seperti BRPT, EMAS, dan BMRI.

Data perdagangan menunjukkan bahwa investor asing masih menunjukkan kepercayaan pada pasar modal Indonesia. Tercatat aksi beli bersih atau net buy oleh investor mancanegara mencapai Rp243,21 miliar di pasar reguler dan menembus Rp473,93 miliar di seluruh pasar.

Secara sektoral, kondisi pasar terlihat variatif namun cenderung tertekan. Sektor energi menjadi pemberat utama dengan koreksi paling dalam mencapai 1,02 persen, sedangkan sektor industri justru melonjak 2,58 persen di tengah pelemahan indeks.

Kondisi pasar saham Amerika Serikat turut memberikan sentimen negatif setelah berakhir di zona merah. Indeks Dow Jones merosot 0,59 persen ke level 49.149, sementara S\&P 500 dan Nasdaq masing-masing terkoreksi 0,63 persen serta 0,59 persen.

Ketidakpastian hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi kekhawatiran utama para pelaku pasar global. Meski Presiden AS Donald Trump telah memperpanjang masa gencatan senjata selama dua minggu, kecemasan investor belum sepenuhnya mereda.

Sentimen negatif ini juga berdampak pada indikator pasar Indonesia yang tercatat di bursa luar negeri. ETF EIDO mengalami penurunan sebesar 1,23 persen, sementara MSCI Indonesia juga ikut melemah dengan koreksi sebesar 1,08 persen.

Loncatan Laba Bersih SIPD

PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) melaporkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat signifikan sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih senilai Rp29,32 miliar, naik tajam dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang hanya Rp3,32 miliar.

Pendapatan perseroan mengalami kenaikan tipis menjadi Rp5,44 triliun meskipun beban pokok penjualan juga merangkak naik ke angka Rp4,94 triliun. Manajemen SIPD kini mematok target optimistis untuk tahun 2026 dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan 10-15 persen.

Perusahaan juga menargetkan peningkatan laba sebelum pajak sebesar 30-40 persen melalui optimalisasi fasilitas produksi di Nganjuk. Saat ini, tingkat utilisasi pabrik tersebut berada di angka 70 persen, sementara harga saham SIPD masih berkonsolidasi pada rentang Rp960 hingga Rp1.085.

Pembagian Dividen PT Mulia Boga Raya Tbk

Kabar positif datang dari PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) yang telah menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Perseroan akan membagikan dana total sebesar Rp89,88 miliar atau setara dengan Rp16 per lembar saham.

Alokasi dividen ini mencakup 50 persen dari total laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp179,44 miliar. Lonjakan laba ini didukung oleh total penjualan perusahaan yang tumbuh menjadi Rp1,50 triliun dari angka Rp1,26 triliun pada periode 2024.

Meningkatnya permintaan pasar dan potensi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pendorong utama kinerja penjualan KEJU. Manajemen juga telah menyisihkan cadangan wajib sebesar Rp200 juta dan cadangan umum sebesar Rp89,35 miliar dari hasil keuntungan tersebut.

Bagi para pemegang saham, jadwal cum dividen telah ditetapkan jatuh pada tanggal 1 Mei mendatang. Sementara itu, proses pembayaran dividen tunai kepada investor akan dilaksanakan pada 13 Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi