Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke posisi 7.217 atau naik 87 poin (1,23 persen) pada pukul 09.05 WIB, Senin (27/4/2026). Dilansir dari Detik Finance, laju indeks pada pembukaan perdagangan tersebut sempat menyentuh level tertinggi di angka 7.230.
Data RTI mencatat nilai transaksi pada pagi hari mencapai Rp 1,64 triliun dengan volume perdagangan 3,63 miliar lembar saham. Pergerakan pasar menunjukkan dominasi tren positif dengan 391 saham menguat, sementara 168 saham melemah dan 159 saham lainnya tidak bergerak.
Meskipun menguat 10,81 persen secara tahunan, IHSG masih mencatatkan pelemahan 4,93 persen dalam sepekan terakhir. Akumulasi penurunan dalam tiga bulan tercatat sebesar 19,32 persen, sedangkan dalam periode enam bulanan indeks terkoreksi 11,59 persen.
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menjelaskan bahwa pelemahan IHSG selama sepekan sebelumnya dipicu oleh arus modal keluar senilai Rp 2,95 triliun. Penurunan ini berdampak signifikan pada saham-saham unggulan yang tercermin pada indeks LQ45 dan IDX 30.
"Pelemahan rupiah menjadi pemicu aksi profit taking. Pasca BI-Rate tetap di level 4,75%, rupiah JISDOR tetap terdepresiasi 3,5% ytd ke Rp17.308/USD (23/4/2026). Pada awal pekan (27/4/2026), berbagai emiten dalam fase cum date dividen dengan yield yang bervariasi seperti BNGA (8,6%), ADMR (2,7%), ADRO (4,7%), dan ITMG (3,7%). Selain itu, hari ini pasar juga mencermati rebalancing terbaru indeks domestik, seperti IDX 30, LQ45, IDX 80 yang akan berlaku mulai 4 Mei-31 Juli 2026," tulis Ratih Mustikoningsih.
Riset tersebut juga menyoroti kondisi bursa global di mana indeks berjangka Wall Street dibuka menguat terbatas menjelang rilis laporan keuangan perusahaan teknologi besar. Di sisi lain, bursa kawasan Asia Pasifik juga terpantau bergerak di zona hijau pada awal pekan ini.
"Sementara, Bursa Asia Pasifik dibuat positif indeks Nikkei 225 +1% dan KOSPI +1,79% (27/4/2026), meskipun harga minyak Brent masih tinggi di level US$ 106/barel (27/4/2026)," lanjut Ratih Mustikoningsih.