Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,41 persen hingga menyentuh level 7.101,226 pada penutupan perdagangan Rabu (29/4/2026). Dilansir dari Money, kenaikan ini terjadi di tengah tekanan jual signifikan oleh investor asing di pasar domestik.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell dengan total nilai mencapai Rp 1,19 triliun di seluruh pasar. Tekanan jual tersebut terkonsentrasi di pasar reguler sebesar Rp 987 miliar, sementara pasar tunai dan negosiasi menyumbang net sell sebesar Rp 205,14 miliar.
Sektor perbankan menjadi sasaran utama aksi lepas saham oleh investor mancanegara. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin pelepasan aset dengan nilai Rp 444 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 308 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp 70 miliar.
Selain perbankan, sektor komoditas juga mengalami tekanan jual asing, terutama pada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Masing-masing emiten tersebut mencatatkan net sell sebesar Rp 68 miliar dan Rp 49 miliar selama sesi perdagangan berlangsung.
Pergerakan harga saham menunjukkan kelesuan pada emiten besar yang dilepas asing. Saham BMRI berakhir stagnan pada posisi Rp 4.430, sedangkan BBCA mengalami koreksi 0,42 persen ke level Rp 5.975. Sementara itu, BBRI ditutup pada angka Rp 3.070 setelah sempat bergerak di zona merah.
Koreksi tajam melanda sektor komoditas di mana saham ANTM merosot 3,96 persen menjadi Rp 3.880 per lembar saham. Kondisi serupa dialami oleh PTRO yang melemah 2,73 persen ke posisi 5.350, mendekati level terendah hariannya setelah sempat menguat di awal perdagangan.
Meskipun terdapat aksi jual masif, sejumlah saham berbasis energi dan komoditas lainnya justru menarik minat beli investor asing. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat beli bersih sebesar Rp 54 miliar, yang diikuti oleh akumulasi pada saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) senilai Rp 32 miliar.
Aksi beli bersih juga terpantau pada saham PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai Rp 31 miliar. Emiten lain yang masuk dalam daftar akumulasi asing adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) masing-masing sebesar Rp 27 miliar dan Rp 24 miliar.