IHSG Melemah ke Level 7.106 Akibat Rebalancing Indeks IDX30 dan LQ45

IHSG Melemah ke Level 7.106 Akibat Rebalancing Indeks IDX30 dan LQ45
Foto: Ilustrasi IHSG Melemah ke Level 7.106 Akibat Rebalancing Indeks IDX30 dan LQ45.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Senin (27/4/2026) di zona merah seiring meningkatnya tekanan jual menjelang penutupan pasar. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan indeks mengalami koreksi sebesar 22,969 poin atau turun 0,32 persen ke posisi 7.106,520.

Pergerakan indeks sepanjang hari ini terpantau fluktuatif, dengan titik tertinggi sempat menyentuh 7.230,032 sebelum akhirnya merosot ke level terendah harian di 7.106,520. Dilansir dari Money, pelemahan ini tidak berkaitan erat dengan isu politik domestik.

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris MuÔÇÖtashim, menjelaskan bahwa sentimen utama yang menekan IHSG adalah proses penyesuaian atau rebalancing pada indeks IDX30, LQ45, dan IDX80.

Penerapan kriteria baru berupa high shareholding concentration (HSC) dalam metode seleksi mengakibatkan sejumlah emiten berkapitalisasi pasar besar terdepak dari indeks tersebut. Beberapa saham yang keluar di antaranya adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Langkah investor institusi yang menyesuaikan portofolio mereka menjelang tanggal efektif perubahan indeks memicu volatilitas tinggi di pasar saham. Faris menyebutkan bahwa konsentrasi pasar saat ini tertuju pada dampak teknikal dari rebalancing tersebut.

ÔÇ£Untuk sentimen dominan saat ini terpusat pada penyesuaian rebalancing IDX30, LQ45 dan IDX80 dengan metode terbaru yang menambahkan HSC sebagai kriteria untuk masuk ke ketiga indeks tersebut,ÔÇØ ujar Faris.

ÔÇ£Hal tersebut membuat market volatil hingga hari efektif karena akan mendepak BREN dan DSSA dari LQ45 dengan kondisi market cap kedua emiten tersebut yang sangat besar,ÔÇØ paparnya.

Mengenai isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto, Faris menilai dampaknya terhadap pasar modal cenderung minim. Reaksi pasar biasanya hanya akan signifikan jika terjadi pergantian pada posisi Menteri Keuangan.

ÔÇ£Mengenai reshuffle kabinet, implikasi pasar akan bereaksi jika reshuffle dilakukan pada Menteri Keuangan. Namun dari pejabat yang dilantik tidak ada pejabat yang memiliki sangkut paut dengan sektor keuangan, pelemahan tipis ini kami nilai murni karena masa rebalancing,ÔÇØ tegas Faris.

Pada Jumat sebelumnya, Presiden Prabowo melantik sejumlah pejabat baru, termasuk Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Namun, nama-nama tersebut dianggap tidak bersinggungan langsung dengan kebijakan fiskal.

Meskipun IHSG sempat menguat ke area 7.200 pada awal perdagangan, momentum tersebut perlahan hilang sejak sesi siang. Tekanan jual yang mendominasi hingga akhir perdagangan memaksa indeks menetap di level terendahnya hari ini.

Aktivitas perdagangan mencatatkan volume transaksi sebanyak 33,17 miliar saham dengan nilai total mencapai Rp 16,57 triliun. Secara keseluruhan, terdapat 408 saham yang menguat, sementara 264 saham melemah dan 147 saham lainnya bergerak stagnan.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan hari ini tercatat berada di angka Rp 12.715 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi