Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tipis sebesar 0,20 persen hingga berada di posisi 7.544,36 pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (22/4). Meski sempat menguat ke zona hijau di awal pembukaan, indeks saham domestik tersebut akhirnya terpental ke zona merah saat jeda siang.
Data perdagangan RTI Business mencatat indeks sempat menyentuh titik tertinggi pada level 7.578,05 di awal sesi perdagangan pagi hari. Penurunan ini memperpanjang tren negatif IHSG yang tercatat telah melemah sebesar 1,04 persen sepanjang kurun waktu sepekan terakhir, dilansir dari Detik Finance.
Aktivitas pasar hingga paruh pertama hari ini melibatkan volume transaksi mencapai 26,58 miliar saham dengan nilai perputaran uang sebesar Rp 9,25 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat dilakukan sebanyak 1.676.007 kali oleh para pelaku pasar di bursa saham Indonesia.
Komposisi pergerakan saham menunjukkan sebanyak 402 emiten mengalami kenaikan harga, sementara 253 saham melemah dan 163 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan. Di tengah pelemahan indeks, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) tercatat memimpin penguatan dengan kenaikan hingga batas Auto Reject Atas (ARA).
Saham BDMN melonjak 25 persen ke harga Rp 3.850 per lembar saham pada penutupan sesi pertama. Kondisi berbeda dialami oleh PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) yang menduduki posisi top losers setelah anjlok 14,91 persen ke harga Rp 274 per lembar saham atau menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB).
Selain pergerakan harian, IHSG mencatatkan akumulasi jual bersih oleh investor asing atau net foreign sell yang cukup signifikan sepanjang tahun 2026. Nilai pelepasan aset oleh pemodal luar negeri tersebut telah menembus angka Rp 39 triliun hingga periode perdagangan saat ini.