Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 22,97 poin atau 0,32 persen ke posisi 7.106,52 pada penutupan perdagangan Senin (27/4/2026). Meskipun sempat menguat pada sesi pertama, indeks bergerak fluktuatif di zona merah sebelum pasar berakhir.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume perdagangan mencapai 32,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16,4 triliun. Dilansir dari Money, frekuensi transaksi harian tercatat melampaui angka 2 juta kali di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Pergerakan pasar menunjukkan sebanyak 423 saham tercatat menguat, sementara 286 saham mengalami penurunan, dan 250 saham lainnya tidak bergerak. Penurunan indeks dipicu oleh sektor energi yang merosot 1,21 persen dan sektor perindustrian yang turun 1,15 persen.
Sebaliknya, sektor barang baku mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,48 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer sebesar 0,53 persen. Sektor teknologi, infrastruktur, transportasi, dan properti juga ditutup pada zona hijau dengan penguatan yang bervariasi.
Dalam jajaran indeks LQ45, sejumlah saham mencatatkan penurunan signifikan yang menekan posisi IHSG secara keseluruhan.
| Nama Emiten | Kode | Penurunan (%) | Harga Penutupan (Rp) |
|---|---|---|---|
| Dian Swastatika Sentosa Tbk | DSSA | 8,66 | 1.845 |
| Japfa Comfeed Indonesia Tbk | JPFA | 3,84 | 2.530 |
| United Tractors Tbk | UNTR | 3,69 | 30.675 |
| Indo Tambangraya Megah Tbk | ITMG | 3,60 | 25.450 |
| Unilever Indonesia Tbk | UNVR | 3,49 | 1.520 |
Kelompok saham perbankan berkapitalisasi besar turut memberikan kontribusi negatif terhadap indeks. Saham Bank Central Asia (BBCA) menyusut 1,24 persen, Bank Mandiri (BMRI) jatuh 2,22 persen, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 0,65 persen, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) terkoreksi 1,33 persen.
Di sisi lain, saham Amman Mineral Internasional (AMMN) memimpin penguatan dengan melonjak 8 persen ke level Rp 5.400. Kenaikan juga diikuti oleh AKR Corporindo (AKRA) sebesar 5,41 persen, Bumi Resources (BUMI) 3,70 persen, Mitra Adiperkasa (MAPI) 3,50 persen, serta Merdeka Battery Materials (MBMA) 3,03 persen.
Kondisi pasar modal domestik ini terjadi bersamaan dengan pergerakan bursa di kawasan Asia yang cenderung bervariasi. Indeks Nikkei 225 di Jepang melonjak tajam 1,37 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong dan Straits Times Singapura justru ditutup melemah masing-masing 0,20 persen dan 0,55 persen.