IHSG Melemah ke Level 7.106 Saat Investor Asing Catat Jual Bersih

IHSG Melemah ke Level 7.106 Saat Investor Asing Catat Jual Bersih
Foto: Ilustrasi IHSG Melemah ke Level 7.106 Saat Investor Asing Catat Jual Bersih.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,32 persen hingga berakhir di level 7.106,52 pada penutupan perdagangan Senin (27/04). Melansir laporan Detik Finance, pelemahan ini terjadi bersamaan dengan tekanan jual masif oleh pemodal mancanegara di pasar saham domestik.

Data perdagangan menunjukkan investor asing membukukan aksi jual bersih senilai Rp2,01 triliun di pasar reguler, sementara nilai jual bersih di seluruh pasar mencapai Rp2,04 triliun. Kondisi ini menekan indeks meskipun sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan.

Saham AMMN tercatat melesat 8,00 persen, diikuti APIC yang naik 15,63 persen, serta EMAS yang menguat 4,30 persen. Namun, penguatan tersebut tergerus oleh koreksi saham DSSA sebesar 8,66 persen, ASII yang turun 3,16 persen, dan BMRI yang melemah 2,22 persen.

Secara sektoral, industri dasar memimpin penguatan dengan kenaikan 1,48 persen. Sebaliknya, sektor energi menjadi pemberat utama indeks setelah mengalami kontraksi terdalam sebesar 1,21 persen pada hari yang sama.

Dari sisi regulasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah berupaya memperkuat kepercayaan pasar modal melalui koordinasi internasional. OJK menyatakan telah menjalin komunikasi dengan MSCI dan berencana menggandeng World Bank serta IFC untuk langkah strategis di masa mendatang.

Di sektor korporasi, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menetapkan target ambisius untuk tahun buku 2026. Perusahaan baja pelat merah ini membidik pendapatan sebesar Rp20 triliun dengan perolehan laba bersih minimal di angka Rp2 kali triliun.

Manajemen KRAS saat ini sedang menjalankan pembenahan struktur keuangan dengan menyiapkan pendanaan awal senilai Rp5 triliun untuk memperkuat modal kerja. Langkah ini bertujuan menekan beban bunga dari posisi 20-25 persen ke tingkat yang lebih kompetitif melalui skema pembiayaan baru.

Sementara itu, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai Rp390,31 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp70 per saham atau merepresentasikan rasio pembayaran sebesar 68 persen dari total laba bersih.

DKFT sebelumnya telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp35 per saham, sehingga sisa dividen final yang akan dibayarkan adalah Rp35 per saham. Performa keuangan perusahaan sepanjang 2025 didukung oleh kenaikan penjualan nikel sebesar 7,87 persen yang berkontribusi pada total pendapatan Rp1,57 triliun.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, cum date dividen DKFT di pasar reguler jatuh pada 30 April. Proses pembayaran dividen final kepada para pemegang saham rencananya akan direalisasikan pada 12 Mei mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi