IHSG Melemah 250 Poin Ekonom Sebut Pasar Belum Panik

IHSG Melemah 250 Poin Ekonom Sebut Pasar Belum Panik
Foto: Ilustrasi IHSG Melemah 250 Poin Ekonom Sebut Pasar Belum Panik.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami koreksi sebesar 250 poin atau sekitar 3,73 persen ke level 6.472 pada Senin (18/5) pukul 11.33 WIB, namun kondisi tersebut dinilai belum memasuki fase aksi jual panik secara menyeluruh.

Penurunan tersebut dilansir dari Media Indonesia terjadi karena adanya penyesuaian pasar terhadap perubahan komposisi indeks global, akibat penghapusan beberapa saham dari indeks acuan Morgan Stanley Capital International dan FTSE Russell.

Ekonom Center of Reform on Economics atau CORE Indonesia Dipo Satria Ramli menjelaskan bahwa pasar saat ini tengah mencari titik keseimbangan yang baru, di mana tekanan jual hanya terkonsentrasi pada saham berkapitalisasi besar tertentu yang menjadi pemberat indeks.

"Kondisi ini belum mencerminkan aksi jual panik secara menyeluruh," kata Dipo Satria Ramli, Ekonom CORE Indonesia.

Faktor penentu penurunan indeks pada perdagangan tersebut didominasi oleh unsur domestik serta teknikal dan bukan karena sentimen global, terutama akibat isu konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi dan rendahnya free float pada saham yang terdampak.

"Hingga saat ini, belum terlihat indikasi broad-based global risk-off yang biasanya memicu tekanan lebih merata di seluruh sektor," pungkas Dipo Satria Ramli, Ekonom CORE Indonesia.

Pengaruh dari faktor eksternal diakui tetap membayangi pergerakan instrumen pasar modal domestik tersebut, namun tidak menjadi pendorong utama dari pelemahan indeks pada sesi pagi.

Artikel terkait

Rekomendasi