Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan sebesar 2,16 persen hingga parkir di level 7.378,61 pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026). Penurunan signifikan ini dipicu oleh tekanan jual yang melanda hampir seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia.
Dominasi aksi jual terlihat dari data perdagangan yang menunjukkan sebanyak 531 saham terkoreksi, sementara hanya 201 saham yang menguat dan 227 saham lainnya tidak bergerak. Dilansir dari Money, indeks sempat bergerak pada rentang 7.513,94 hingga 7.578,05 sepanjang sesi perdagangan.
Aktivitas pasar tercatat cukup intens dengan volume transaksi menyentuh 47,54 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 18,03 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,921 juta kali transaksi dengan total kapitalisasi pasar berada di angka Rp 13.335 triliun.
Sektor siklikal (IDXCYCLIC) menjadi pemberat utama dengan penurunan mencapai 3,43 persen, disusul sektor industri (IDXINDUST) yang anjlok 3,41 persen. Sektor teknologi (IDXTECHNO) dan infrastruktur (IDXINFRA) turut memberikan kontribusi negatif masing-masing sebesar 2,36 persen dan 2,33 persen.
Beberapa sektor lain juga kompak memerah, di antaranya energi yang turun 1,64 persen, keuangan sebesar 1,22 persen, dan properti sebanyak 1,48 persen. Sebaliknya, sektor transportasi (IDXTRANS) tampil sebagai satu-satunya sektor yang menguat dengan kenaikan sebesar 2,50 persen.
Penurunan juga merambah ke berbagai indeks acuan lain seperti LQ45 yang merosot 2,73 persen ke 715,88 dan Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 3,14 persen ke 498,93. Indeks KOMPAS100 tercatat melemah 2,62 persen, sedangkan IDX30 dan ISSI masing-masing turun 2,03 persen dan 2,15 persen.
Dalam daftar saham LQ45, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) masih mampu memimpin penguatan sebesar 5,88 persen ke Rp 1.800. Di posisi lain, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi saham yang paling tertekan dengan penurunan 10,36 persen ke level Rp 2.250 per saham.
| Nama Emiten (Kode) | Perubahan (%) | Harga Terakhir (Rp) |
|---|---|---|
| PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) | +5,88% | 1.800 |
| PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) | +5,30% | 1.490 |
| PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) | +3,08% | 2.680 |
| PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) | +1,04% | 3.870 |
| PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) | +1,02% | - |
| PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) | +1,02% | - |
| PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) | -10,36% | 2.250 |
| PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) | -8,70% | 4.930 |
| PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) | -6,29% | 268 |
| PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) | -5,44% | 2.260 |
| PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) | -5,10% | 1.675 |