IHSG Melemah 3,38 Persen Akibat Aksi Jual Investor Asing

IHSG Melemah 3,38 Persen Akibat Aksi Jual Investor Asing
Foto: Ilustrasi IHSG Melemah 3,38 Persen Akibat Aksi Jual Investor Asing.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 3,38 persen ke posisi 7.129,49 pada penutupan perdagangan Jumat (24/04) di tengah tekanan pasar yang merata. Dilansir dari Info, pelemahan ini dibarengi dengan aksi jual masif oleh investor asing di pasar modal Indonesia.

Data perdagangan menunjukkan nilai jual bersih oleh investor asing mencapai angka Rp3,02 triliun di pasar reguler. Jika dihitung di seluruh pasar, total nilai pelepasan aset oleh pemodal luar negeri tersebut menyentuh angka sekitar Rp2 triliun.

Koreksi indeks ini dipicu oleh performa saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, DSSA, dan BBRI yang menjadi pemberat utama. Sebaliknya, sejumlah emiten seperti APIC, BFIN, dan ANTM tercatat masih mampu bertahan di tengah tren penurunan harga saham.

Seluruh indeks sektoral terpantau masuk ke zona merah dengan koreksi yang cukup dalam. Sektor consumer cyclical menjadi yang paling terdampak dengan mencatatkan penurunan hingga mencapai 4,27 persen pada akhir sesi perdagangan.

Sentimen negatif juga datang dari pasar global menyusul kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang membatalkan pengiriman utusan khusus ke Pakistan. Kondisi eksternal ini berdampak langsung pada indeks MSCI Indonesia yang merosot 3,96 persen serta pelemahan ETF EIDO sebesar 2,41 persen.

Di tengah volatilitas pasar, sektor korporasi mencatatkan sejumlah aksi penting. PT Argo Pantes (ARGO) mengalokasikan dana Rp120 miliar untuk membangun gudang build-to-suit bagi J&T Cargo di wilayah Jabodetabek yang ditargetkan selesai pada Februari 2027 mendatang.

Langkah ARGO tersebut melanjutkan kerja sama sebelumnya dengan PT Global Yimi Cargo melalui kontrak sewa jangka panjang selama 10 tahun. Kesepakatan yang mencakup lahan dan bangunan kantor tersebut memiliki nilai kontrak mencapai hampir Rp221 miliar.

Sementara itu, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp350,34 miliar. Jumlah yang setara dengan Rp9,50 per saham tersebut diambil dari separuh lebih laba bersih perusahaan setelah mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 7,27 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi