IHSG Parkir di Level 7.080 Saat Saham BBCA Dilepas Asing

IHSG Parkir di Level 7.080 Saat Saham BBCA Dilepas Asing
Foto: Ilustrasi IHSG Parkir di Level 7.080 Saat Saham BBCA Dilepas Asing.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 797,13 miliar pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Rabu (29/4/2026). Dilansir dari Money, saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi fokus utama pelepasan aset tersebut.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi kontributor terbesar dengan nilai penjualan bersih oleh investor asing sebesar Rp 150 miliar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), tekanan jual ini berdampak langsung pada fluktuasi harga saham perseroan.

Hingga memasuki sesi kedua, harga saham BBCA terkoreksi 0,42 persen ke level Rp 5.975 per lembar. Pergerakan saham perbankan ini terpantau melemah secara bertahap setelah sempat menyentuh posisi tertinggi di level Rp 6.050 pada awal perdagangan.

Meskipun dibuka pada angka Rp 6.000, konsistensi tekanan jual membawa harga BBCA sempat terperosok ke titik terendah Rp 5.950. Aktivitas transaksi saham ini tergolong likuid dengan volume mencapai 1,25 juta lot dan nilai transaksi Rp 750 miliar.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,12 persen. Indeks naik 8,239 poin dan parkir di level 7.080,632 pada akhir sesi pertama perdagangan.

Laju indeks sempat melesat hingga posisi 7.126,063 sebelum akhirnya stabil di kisaran 7.080-an. Secara keseluruhan, perdagangan melibatkan 26,88 miliar saham dengan total nilai transaksi menembus angka Rp 8,409 triliun.

Kondisi pasar menunjukkan pergerakan yang relatif seimbang antara saham yang naik dan turun. Tercatat sebanyak 362 saham mengalami penguatan, sementara 303 saham lainnya melemah, dan 147 saham sisanya tidak bergerak dari posisi semula.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta memberikan pandangannya terkait kondisi pasar. Menurut analisisnya, penguatan IHSG saat ini banyak ditopang oleh kinerja positif dari sektor industri dan teknologi.

"Laju indeks sektoral hingga siang ini dipimpin oleh IDX Industrial dan IDX Techno, dengan enam dari 11 indeks yang menghijau," ujar Nafan.

Data sektoral menunjukkan kenaikan signifikan pada sektor industri sebesar 2,67 persen, diikuti sektor teknologi yang melonjak 1,48 persen. Sektor non-siklikal dan keuangan juga ikut memberikan kontribusi positif masing-masing sebesar 1,08 persen dan 0,90 persen.

Namun, tekanan masih menyelimuti sektor bahan baku yang turun 1,33 persen serta sektor kesehatan yang melemah 1,30 persen. Sektor energi, properti, dan siklikal juga terpantau mengalami koreksi meski dengan persentase yang cenderung tipis.

Beberapa saham yang menjadi penggerak indeks di antaranya adalah PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang melonjak 9,76 persen. Selain itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 5,66 persen dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat 3,36 persen.

Sebaliknya, pelemahan indeks tertahan oleh turunnya saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 4,22 persen. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga terkoreksi masing-masing 2,97 persen dan 2,54 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi