Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi rawan mengalami koreksi lanjutan pada perdagangan Jumat (24/4/2026) setelah sebelumnya merosot 2,16 persen ke posisi 7.378,606. Pergerakan indeks domestik saat ini masih dibayangi oleh pelemahan nilai tukar rupiah serta potensi keluarnya dana asing.
Dilansir dari Money, nilai tukar rupiah di pasar spot sebelumnya ditutup melemah 105 poin ke level Rp 17.286 per dollar AS pada Kamis malam. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG diperkirakan bergerak pada level support 7.351 dan resistance 7.422.
"(Jumat) kami memperkirakan posisi IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya dengan support 7.351 dan resist 7.422, dimana kami perkirakan akan dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah dan kecenderungan outflow dari market," ujar Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas.
Terkait rekomendasi saham, Herditya menyarankan investor untuk mencermati saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan target harga Rp 2.620-Rp 2.700. Selain itu, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga masuk dalam radar pantauan pasar.
Sementara itu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan rentang pergerakan IHSG berada di support 7.245 dan resistance 7.558. Penurunan ini didukung oleh indikator MACD dan RSI yang menunjukkan pelemahan di tengah volume transaksi di atas rata-rata.
Audi menyebutkan ketidakpastian global muncul akibat lambatnya komunikasi antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah sentimen negatif dari penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Fitch Ratings.
"Indikator MACD menunjukkan tren penurunan yang sejalan dengan RSI yang turut mengalami pelemahan, didukung oleh volume transaksi yang berada di atas rata-rata 20 hari terakhir," ujar Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Untuk pilihan saham, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan trading buy pada PT Elnusa Tbk (ELSA) dengan target resistance Rp 860 per saham. Strategi speculative buy juga disematkan pada PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan area support di level Rp 1.680 per saham.