IHSG Anjlok 252 Poin Akibat Tekanan Global dan Rupiah Melemah

IHSG Anjlok 252 Poin Akibat Tekanan Global dan Rupiah Melemah
Foto: Ilustrasi IHSG Anjlok 252 Poin Akibat Tekanan Global dan Rupiah Melemah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan tajam sebesar 252 poin atau 3,76 persen ke level 6.470 pada sesi I perdagangan Senin (18/5/2026). Penurunan signifikan ini dipicu oleh tekanan besar di pasar global serta melemahnya nilai tukar rupiah, sejalan dengan koreksi mayoritas indeks saham Asia seperti dilansir dari Investor Daily.

Kondisi pasar finansial global saat ini dibayangi oleh peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran meluas di kalangan pelaku pasar mengenai potensi gangguan pada pasokan minyak mentah dunia setelah aksi jual tajam melanda Wall Street akhir pekan lalu.

ÔÇ£Pasar cenderung lebih berhati-hati di tengah meningkatnya tensi geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump kembali memberikan peringatan keras kepada Iran,ÔÇØ tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (18/5/2026).

Hubungan bilateral antara Washington dan Teheran dilaporkan masih berada dalam jalan buntu saat ini. Kondisi tersebut memicu kecemasan pasar terhadap penutupan Selat Hormuz yang dapat mengganggu jalur distribusi energi global, ditambah adanya laporan serangan pada fasilitas energi di kawasan Teluk Persia.

Selain konflik geopolitik, laju pertumbuhan ekonomi China yang melambat turut memperburuk sentimen di pasar saham. Produksi industri China pada April 2026 tercatat hanya tumbuh 4,1 persen secara tahunan, sementara penjualan ritel negara tersebut juga melandai dengan kenaikan hanya 0,2 persen.

ÔÇ£Pasar melihat pentingnya komitmen kuat pemerintah dan otoritas dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta membangun kembali kredibilitas fundamental ekonomi Indonesia,ÔÇØ tambah Pilarmas.

Di pasar domestik, gejolak finansial diperparah oleh nilai tukar rupiah yang melemah hingga menembus angka Rp 17.600 per dolar AS. Pelaku pasar juga merespons negatif pernyataan pemerintah terkait depresiasi mata uang tersebut yang dinilai belum mampu memberikan kepastian stabilitas ekonomi.

ÔÇ£ASII direkomendasikan dengan rating buy pada area support 5.725 dan resistance 6.050,ÔÇØ tutup Pilarmas.

Pada penutupan sesi pertama, saham BLUE, BPTR, ABDA, LABS, dan GSMF menjadi deretan saham dengan kenaikan tertinggi. Sebaliknya, saham DSSA, TPIA, AMMN, APIC, dan KONI mencatatkan koreksi paling dalam.

Artikel terkait

Rekomendasi