IHSG Merosot 3,30 Persen ke Level 7.134 pada April 2026

IHSG Merosot 3,30 Persen ke Level 7.134 pada April 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Merosot 3,30 Persen ke Level 7.134 pada April 2026.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah dengan koreksi tajam sebesar 3,30 persen atau turun 245,96 poin ke level 7.134 pada Jumat (24/4/2026) pukul 14.32 WIB. Penurunan ini dipicu oleh anjloknya tiga sektor utama, yakni energi, finansial, dan material dasar, sebagaimana dilansir dari Money.

Data perdagangan menunjukkan indeks telah tertekan sejak penutupan sesi pertama yang parkir di level 7.152,85. Kondisi ini diperparah oleh penurunan outlook kredit empat bank besar Indonesia, yaitu BMRI, BBRI, BBCA, dan BBNI oleh Fitch Ratings dari stabil menjadi negatif.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memberikan penjelasan terkait pengaruh bursa regional Asia yang mayoritas melemah. Menurutnya, hambatan negosiasi perdamaian AS-Iran dan gangguan di Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak dunia.

"Ketidakpastian pasokan yang masih berlangsung membuat harga energi tetap tinggi, sehingga memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi dan pertumbuhan global," kata Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas.

Nico juga menyoroti kondisi bursa Jepang di mana indeks Nikkei menguat tipis setelah inflasi naik menjadi 1,5 persen. Di sisi lain, pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan mengamankan 150 juta barrel minyak Rusia demi menjaga stok nasional di tengah ketegangan Timur Tengah.

Pihak Phintraco Sekuritas melalui risetnya memaparkan analisis teknikal di mana indikator MACD membentuk pola death cross. Hal ini mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan bagi indeks saham domestik pada perdagangan sesi berikutnya.

"Sehingga kami memperkirakan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level 7.125-7.100 pada sesi kedua Jumat ini," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Selain faktor teknikal, sentimen negatif berasal dari nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.300 per dollar AS. Angka penutupan di level Rp 17.286 per dollar AS tercatat sebagai posisi terburuk mata uang garuda sepanjang sejarah.

"Ini menjadi level penutupan terburuk bagi rupiah sepanjang masa serta merupakan pelemahan paling dalam di Asia," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Riset tersebut juga mencatat pertumbuhan uang beredar (M2) sebesar 9,7 persen secara tahunan menjadi Rp 10.355 triliun pada Maret 2026. Kenaikan transaksi ini dipengaruhi oleh momentum Hari Raya Idul Fitri yang mendorong konsumsi dan investasi masyarakat.

"Hal ini diperkirakan seiring dengan adanya Hari Raya Idul Fitri di Maret 2026 sehingga jumlah uang beredar meningkat untuk transaksi, investasi dan, konsumsi," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa pelemahan IHSG saat ini masih dalam kategori koreksi wajar. Namun, pasar tetap terbebani aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp 1,36 triliun pada Kamis (23/4/2026).

"Secara teknikal, IHSG hanya mengalami koreksi wajar dan memungkinkan untuk menguji ÔÇ£wave (ii) atau wave (a)ÔÇØ target. Berdasarkan indikator, RSI menunjukkan sinyal positif didukung kenaikan volume, namun Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif," ujar Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas.

Nafan menekankan pentingnya bagi para investor ritel untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar jangka pendek. Penerapan disiplin manajemen risiko menjadi krusial dalam menghadapi fluktuasi indeks yang masih dinamis.

"Fokus pada saham pilihan dengan fundamental solid; Fokus pada saham bervaluasi murah; Fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen risiko dengan disiplin," kata Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas.

Daftar Saham Top Gainers dan Top Losers Sesi I (24/4/2026)
KategoriKode Saham
Top GainersBNBA, BRNA, RODA, DIVA, CTTH
Top LosersSKBM, HOPE, LPPF, KOBX, DEFI

Artikel terkait

Rekomendasi